ASKEB Infeksi Payudara pada Ibu Nifas

0

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perempuan mendapatkan anugerah untuk dapat hamil, melahirkan, dan menyusui. Menyusui adalah suatu proses alamiah. Berjuta-juta ibu didunia berhasil menyusui bayinya tanpa membaca buku tentang cara menyusui, bahkan ibu yang buta huruf mampu untuk menyusui bayinya. Kebanyakan perempuan memilih untuk segera menyusui bayinya setelah melahirkan dan pada minggu keenam masa nifas terdapat kurang dari 60 persen perempuan yang masih menyusui bayinya ( Jones, 2002 ).

Persiapan memberikan ASI dilakukan sejak dalam masa kehamilan. Pada waktu hamil payudara akan semakin penuh karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar- kelenjar payudara sehingga terasa tegang dan nyeri. Bersama dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk proses menyusui makin tampak. Hal itu tampak dari payudara semakin membesar, putting susu semakin menonjol, areola mammae semakin menghitam ( mengalami hiperpigmentasi ) dan pembuluh darah semakin tampak. Dalam rangka menyempurnakan pembentukan ASI maka kedua payudara harus diperlakukan sama untuk menghindari terjadinya stagnasi dan tersumbatnya saluran susu serta untuk menghindari kemungkinan infeksi payudara ( Manuaba, 1998).

Kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan karena timbulnya beberapa masalah, baik masalah pada ibu maupun pada bayi. Pada sebagian ibu yang tidak paham akan masalah itu, kegagalan menyusui sering dianggap problem pada anak saja. Masalah dari ibu yang sering timbul selama menyusui dapat dimulai sejak masa kehamilan, pada masa pasca persalinan dini, dan masa pasca persalinan lanjut. Masalah yang sering timbul pada masa kehamilan antara lain kurang / salah informasi, putting susu tenggelam ( retracted ), atau putting susu datar. Sedangkan masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini antara lain putting susu datar ataupun tenggelam, putting susu lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat, dan mastitis sampai terjadi abses payudara

( Suradi, 2004).

Salah satu masalah menyusui pada masa nifas adalah bendungan ASI ( engorgement of the breast ). Bendungan ASI terjadi kerena penyempitan duktus laktiferus atau oleh kelenjar- kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna karena kelainan pada putting susu. Keluhan yang dirasakan antara lain payudara terasa berat, bengkak, keras, dan nyeri. Pencegahan terjadinya bendungan payudara sebaiknya dimulai sejak hamil dengan perawatan payudara untuk mencegah terjadinya masalah pada payudara (Mochtar, 1998).

Salah satu cara mengatasi masalah menyusui tersebut dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kesehatan tentang perawatan payudara. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya dalam informasi, pengetahuan pada masyarakat untuk berperilaku atau mengadopsi perilaku kesehatan. Dampak yang timbul dari cara ini terhadap perilaku kesehatan masyarakat akan memakan waktu lama. Namun apabila perilaku tersebut diadopsi masyarakat, maka akan langgeng bahkan selama hidup dilakukan ( Notoadmojo, 2003 ). Pendidikan kesehatan pada akhirnya bukan hanya meningkatkan pengetahuan atau kesadaran pada masyarakat saja, namun yang lebih penting adalah mencapai perilaku kesehatan.

B. TUJUAN
Tujuan Umum

Mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan bendungan ASI sesuai dengan prosedur penatalaksanaan pada masalah payudara bendungan ASI.

Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu mengkaji data subjektif maupun objektif pada ibu nifas dengan bendungan ASI.
Mahasiswa mampu menginterpretasikan data, menegakkan diagnosa, mengenali masalah dan menentukan kebutuhan pada ibu nifas dengan bendungan ASI.
Mahasiswa mampu menegakkan diagnosa potensial pada ibu nifas dengan bendungan ASI.
Mahasiswa mampu menentukan antisipasi tindakan segera dan melaksanakannya pada ibu nifas dengan bendungan ASI.
Mahasiswa mampu menyusun rencana tindakan pada ibu nifas dengan bendungan ASI.
Mahasiswa mampu menentukan tindakan sesuai rencana yang dibuat.
Mahasiswa mampu mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan.
Mahasiswa mampu mendokumentasikan asuhan yang telah diberikan pada ibu nifas dengan bendungan ASI.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. TINJAUAN TEORI
1. Anatomi Payudara

Payudara atau mammae adalah struktur kulit yang dimodifikasi, berglandular pada anterior thorax. Pada perempuan mengandung unsur untuk mensekresi susu untuk makan bayi.

Struktur makroskopis

1) Cauda Axillaris

Cauda Axillaris adalah jaringan payudara yang meluas ke axilla.

2) Areola

Areola adalah daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi dan masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm. Areola berwarna merah muda pada wanitayang berkulit coklat, dan warna tersebut menjadi lebih gelap waktu hamil.

3) Papilla Mammae

Papilla Mammae terletak di pusat areola mammae setinggi iga (costa) keempat. Papilla mamae merupakan suatu tonjolan dengan panjang kira-kira 6 cm, tersusun atas jaringan erktil berpigmen dan merupakan bangunan yang sangat peka. Permukaan Papilla Mammae berlubang-lubang berupa ostium papillarre kecil-kecil yang merupakan muara ductus lactifer.

Struktur Mikroskopis

Payudara terutama tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung sejumlah jarinagn lemak dan ditutupi oleh kulit. Jaringan kelenjar ini dibagi menjadi kira-kira 18 lobus yang dipisahkan secara sempurna satu sama lain oleh lembaran-lembaran jaringan fibrosa.

Setiap lobus tersusun atas bangun sebagai berikut :

1) Alveoli

Alveoli mengandung sel-sel yang menyekresi air susu. Setiap alveolus dilapisi oleh sel-sel yang menyekresi air susu, disebut acini yang mengekstraksi faktor-faktor dari darah yang penting untuk pembentukan air susu. Di sekeliling alveolus terdapat sel-sel mioepitel yang kadang disebut sel keranjang, apabila sel ini dirangsang oleh oksitosin akan berkontraksi sehingga mengalirkan air susu ke dalam ductus lactifer.

2) Tubulus Lactifer

Tubulus Lactifer merupakan saluran kecil yang berhubungan dengn alveoli.

3) Ductus Lactifer

Ductus Lactifer adalah saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer.

4) Ampulla

Ampulla adalah bagian dari ductus lactifer yang melebar, yang merupakan tempat penyimpanan air susu. Ampulla terletak di bawah areola.

2. Fisiologi Laktasi

Proses produksi, sekresi dan pengeluaran ASI dinamakan laktasi. Ketika bayi menghisap payudara, hormon oksitosin membuat ASI mengalir dari dalam alveoli melalui saluran susu menuju reservoir susu yang berlokasi di belakang areola, lalu ke dalam mulut bayi. Pengaruh hormonal bekerja mulai dari bulan ketiga kehamilan, dimana yubuh wanita memproduksi hormon yang menstimulasi munculnya ASI dalam sistem payudara (Saleha, 2009).

Produksi Air Susu Ibu

Prolaktin merupakan hormon yang disekresi oleh glandula pituitari anterior, penting untuk produksi air susu ibu. Dalam sirkulasi maternal kadar hormon ini meningkat. Kerja hormon ini dihambat oleh hormon plasenta. Dengan lepasnya pada akhir proses persalinan, maka kadar estrogen dan progesteron berangsur-angsur turun sampai tingkat pada dilepaskannya dan diaktifkannya prolaktin (verralls, 1997)

Pengeluaran Air Susu

1) Reflek Produksi

Hisapan bayi pada payudara merangsang produksi hormon prolaktin yang akan menyebabkan sel-sel sekretori dan alveoli untuk memproduksi susu yang akan disiapkan dalam lumen. Pembendungan ASI yang terjadi dalam alveolus akan menyebabkan adanya penekanan pada pembuluh darah, sehingga akan menyebabkan penurunan prolaktin dalam darah sehingga sekresi ASI berkurang (Mommies, 2006)

Produksi ASI yang rendah adalah akibat dari kurang seringnya menyusui atau memerah payudara, bayi tidak bisa menghisap secara efektif dan kurangnya gizi ibu. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah frekuensi pemberian susu, berat bayi saat lahir, usia kehamilan saat melahirkan, usia ibu dan paritas, stress dan penyakit akut, merokok, mengkonsumsi alkohol dan penggunaan pil kontrasepsi (Saleha, 2009)

2) Reflek Let Down

Hisapan bayi pada payudara dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi sel yang terdapat dalam lumen, masuk ke dalam sinus lacteal di daerah areola. Reflek let down ini sangat sensitif terhadap faktor kejiwaan ibu dan proses produksinya dapat terhambat jika ibu lelah, merasa malu atau tidak pasti. Produksi ASI akan lancar apabila ibu merasa bangga dan yakin akan kemampuannya menyusui.

Faktor-faktor yang akan meningkatkan reflek let down antara lain : melihat bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi dan memikirkan untuk menyusui bayi (saleha 2009).

3. Masalah yang Sering Timbul Dalam Masa Laktasi

Masalah yang biasanya timbul dalam pemberian ASI yang disebabkan karena masalah pada payudara antara lain : puting susu rata, puting susu lecet, bendungan payudara, saluran ASI tersumbat, mastitis dan abses payudara. Dan masalah yang sering timbul dari faktor bayi antara lain : bayi bingung puting dan enggan menyusu. Sedangkan masalah lain yang sering timbul adalah adanya sindrom ASI kurang dan ibu bekerja (sarwono, 2005).

4. Engorgement
Pengertian

Engorgement yang biasa disebut dengan payudara bengkak disebabkan pengeluaran ASI yang tidak lancar karena bayi tidak sering menyusu atau terlalu cepat disapih. Dapat pula disebabkan adanya gangguan let down reflex (Sarwono, 2005).

Gejala

Gejala yang biasa muncul bila engorgement terjadi antara lain peyudara terasa penuh, panas, berat dan keras, tidak terlihat mengkilat, edema atau merah. ASI biasanya mengalir lancar dan kadang-kadang menetes keluar secara spontan, namun ada pula payudara yang terbendung membesar, membengkak dan sngat nyeri. Ibu kadang-kadang menjadi demam, namun biasanya akan hilang dalam 24 jam (Tanaya, 2006).

Penyebab

1) Faktor Hormon

Proses pembentukan ASI dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan hormon prolaktin. Ketika payudara mulai digunakan untuk menyusui, dibawah areola terdapat saluran yang melebar yang disebut sinus lactiferus yang berfungsi untuk menampung air susu (Rianto, 2009)

Setelah bayi lahir dan placenta keluar, kadar estrogen dan progesteron turun dalam 2-3 hari. Dengan ini fungsi dari hipotalamus yang menghalangi pituitary lactogenic hormone ( prolaktin ) waktu hamil sangat dipengaruhi oleh estrogen, tidak dikeluarkan lagi dan terjadi sekresi prolaktin oleh hipofisis. Hormon ini menyebabkan alveolus kelenjar mammae terisi dengan air susu, tetapi untuk mengeluarkannya dibutuhkan reflek yang menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel yang mengelilingi alveolus dan duktus kecil kelenjar-kelenjar tersebut (Sarwono, 2005)

2) Hisapan Bayi

Proses menyusui tergantung 2 reflek (Sarwono,2005), yaitu :

a)Reflek produksi

Hisapan bayi pada payudra merangsang produksi hormon prolaktin yang akan menyebabkan sel-sel sekretori dan alveoli untuk memproduksi susu yang akan disiapkan dalam lumen

b) Reflek let down

Hisapan bayi pada payudara dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi sel yang terdapat dalam lumen, masuk ke dalam sinus lacteal di daerah areola. Reflek let down ini sangat sensitif terhadap faktor kejiwaan ibu dan proses reproduksinya dapat terhambat apabila ibu lelah, merasa malu, atau tidak pasti. Produksi ASI akan lancar apabila ibu merasa bangga dan yakin akan kemampuannya menyusui.

3) Pengosongan Payudara

Ketika susu mulai masuk menggantikan kolostrum pada hari setelah persalinan, payudara akan menjadi lebih besar, lebih berat dan lebih empuk karena bertambahnya getah bening dan suplai darah. Pada saat ini akan terjadi bendungan ASI apabila ibu tidak cukup sering menyusui bayinya dalam jarak waktu yang lama dan jika menghentikan penyusuan secara mendadak atau payudara tidak dikosongkan secara memadai (Nellson,1995).

Apabila ASI berlebihan sampai keluar memancar, maka sebelum menyusui diusahakan ASI dikeluarkan terlebih dahulu, untuk menghindari bayi tersedak atau enggan menyusu. Pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan cara : pengeluaran ASI dengan tangan dan pengeluaran ASI dengan pompa.

4) Cara Menyusui

Menyusui merupakan proses ilmiah dan kadang terlihat amat sangat sederhana, namun bila dilakukan dengan cara yang salah akan menyebabkan terjadinya puting susu lecet, air susu tidak keluar dengan sempurna sehingga akan terjadi pembendungan air susu (Inggrid, 2006)

Seorang ibu dengan bayi pertamanya mungkin akan mengalami berbagai masalah, hanya karena tidak mengetahui cara-cara yang sebenarnya, seperti caranya menaruh bayi pada payudara ketika menyusui, hisapan bayi yang mengakibatkan puting terasa nyeri, dan masih banyak lagi masalah yang lain. Terlebih pada minggu pertama setelah persalinan seorang ibu lebih peka dalam emosi. Untuk itu seorang ibu butuh seseorang yang dapat membimbingnya dalam merawat bayi termasuk dalam menyusui. Orang yang dapat membantunya terutama adalah orang yang berpengaruh besar dalam kehidupannya atau orang yang disegani, seperti suami, keluarga/ kerabat terdekat atau kelompok – kelompok ibu pendukung ASI dan dokter/ tenaga kesehatan (Christine, 2005)

Saat kembali bekerja, usahakan memerah ASI dan kedua belah payudara minimal empat jam sekali sebanyak tiga kali selama jam kerja (Saleha, 2009).

a)Posisi menyusui

Posisi yang nyaman untuk menyusui sangat penting. Lecet pada puting susu dan payudara merupakan kondisi tidak normal dalam menyusui, tetapi penyebab lecet yang paling umum adalah posisi dan perlekatan yang tidak benar pada payudara (Varney, 2007)

1.Posisi Madona ( menggendong )

Bayi berbaring miring, menghadap ibu, kepala, leher, punggung atas bayi diletakkan pada lengan bawah lateral payudara. Ibu menggunakan tangan sebelahnya untuk memegang payudara jika diperlukan.

2. Posisi Menggendong – menyilang

Bayi berbaring miring, menghadap ibu. Kepala, leher dan punggung atas bayi diletakkan pada telapak kontralateral dan sepanjang lengan bawahnya. Ibu menggunakan tangan sebelahnya untuk memegang payudara jika diperlukan.

3. Posisi football (atau “mengempit”)

Bayi berbaring miring atau punggung melingkar antara lengan dan samping dada ibu. Lengan bawah dan tangan ibu menyangga bayi. Ibu menggunakan tangan sebelahnya untuk memegang payudara.

4. Posisi Berbaring Miring

Ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan. Posisi ini merupakan posisi paling nyaman bagi ibu yang menjalani penyembuhan setelah melahirkan secara secsio sesaria (Murkoff, 2002 )

b) Lama dan frekuensi menyusui

Rentang frekuensi menyusui yang optimal adalah antara 8-12x setiap hari. Tetapi sebaiknya menyusui bayi tanpa dijadwal (on demand), karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusi bayinya jika bayi menangis bukan karena sebab lain (kencing, digigit semut/ nyamuk, BAB ) atau ibu sudah merasa ingin menyusui bayinya.

Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam ( Inggrid, 2006 ).

Untuk menjaga keseimbangan kedua payudara diusahakan sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI tetap baik. Setiap menyusui dimulai dari payudara yang terakhir disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu mengunakan BH yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.

c. Pencegahan dan Penanganan Engorgement

Sekitar hari ketiga setelah melahirkan, sering kali payudara terasa penuh, tegang dan nyeri. Kondisi ini disebabkan karena adanya bendungan pada pembuluh getah bening. Ini merupakan tanda bahwa ASI mulai banyak disekresi. Jika keadaan ini berlanjut, maka kulit payudara akan tampak lebih mengkilat dan sering ibu sampai mengalami demam (Suradi 2008 )

1) Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya engorgement apabila memungkinkan, susukan ASI pada bayi segera setelah lahir dengan posisi yang benar, menyusui bayi tanpa jadwal, keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi ASI melebihi kebutuhan bayi, melakukan perawatan payudara pasca melahirkan ( postpartum ) secara teratur serta ibu merasa yakin akan kemampuannya menyusui bayinya dan memberikan ASI pada bayinya.

2) Pentalaksanaan

Mempersiapkan alat (2 buah kom sedang masing-masing diisi dengan air hangat dan dingin, 2 buah waslap, 2 buah handuk, minyak kelapa/baby oil secukupnya dan kapas)

Memberitahu ibu bahwa akan melakukan perawatan pada payudara ibu
Meminta ibu untuk melepas pakaian atas dan duduk tegak di kursi
Mengenakan satu handuk melintang di bawah payudara
Mencuci tangan, lalu menuangkan minyak ke kedua belah telapak tangan secukupnya.
Melakukan masasse ringan dengan telapak tangan dari pangkal ke arah areola
Menekan areola dengan ibu jari pada sekitar areola bagian atas dan jari telunjuk pada sisi areola yang lain.
Mengompres dengan air hangat untuk mengurangi stasis pada pembuluh darah dan mengurangi rasa nyeri, dilakukan selang-seling dengan kompres dingin untuk melancarkan aliran darah payudara
Mengeringkan payudara dengan handuk
Merapikan ibu dan membantu ibu memakai pakaian
Membereskan alat dan mencuci tangan

Apabila bayi belum menyusui dengan baik atau kelenjar – kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna maka akan terjadi engorgement ( Hamilton, 1999 )

Macklin, 1988 dan Subekti, 2005 mengatakan bahwa pasangan yang bekerja cenderung melakukan pembagian tugas – tugas kewanitaan tradisional daripada melakukan pembagian tugas – tugas keluarga dimana salah satu pasangan atau keduanya bekerja, khususnya dalam bidang perawatan anak.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kesibukan keluarga dalam pekerjaan akan menurunkan tingkat perawatan dan perhatian dalam keluarga, maka dengan adanya kesibukan menurunkan tingkat perawatan dan perhatian ibu dalam melakukan perawatan payudara sehingga akan cenderung mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kejadian kasus engorgement.

Kebutuhan yang harus dipenuhi oleh ibu nifas, antara lain ( Saleha, 2009) :

a) Kebutuhan Fisik

Istirahat cukup
Makan makanan yang bergizi
Sering menghirup udara segar
Lingkungan yang bersih

b) Kebutuhan Psikologi

Stress setelah melahirkan dapat distabilkan dari dukungan keluarga yang menunjukkan rasa simpati, mengakui dan menghargai ibu.

c) Kebutuhan Sosial

Adanya informasi konkret yang sangat berharga dari ibu – ibu yang berpengalaman sehingga ibu – ibu yang kurang atau tidak berpengalaman dapat meniru tindakan ibu yang dianggap baik.

d) Dukungan Psikososial

BAB III

TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PATOLOGI HARI KETIGA DENGAN PAYUDARA BENGKAK PADA NY “ S ” USIA 34 TAHUN P3Ab2Ah3 DI BPS

Tempat Praktek :

Nomor MR :

Tanggal/jam :
S

Identitas Pasien

IBU SUAMI

Nama : Ny. S Tn. D

Umur : 34 tahun 34 tahun

Agama : Islam Islam

Suku : Jawa / Indonesia Jawa / Indonesia

Pendidikan : SMP SMP

Pekerjaan : Swasta Swasta

Alamat :

Anamnese

Alasan kunjungan

Ibu nifas hari ketiga mengatakan payudara kanan dan kiri terasa penuh dan nyeri

Riwayat Perkawinan

Kawin 1 kali.Kawin pertama umur 23 tahun. Dengan suami sekarang 10 tahun.

Riwayat Menstruasi

Menarche umur 13 tahun. Siklus 28 hari.Teratur. Lama & hari. Encer. Bau amis. Tak Dismenore. HPM : 13 Desember 2010. HPL : 20 September 2010

Riwayat Obstetri

P3 Ab2 Ah3

Hamil ke

Persalinan

Nifas

Tgl lahir

UK

(mg)

Jenis

Petrsalinan

Oleh

Komplikasi

JK

BB Lahir

(gram)

Laktasi

Komplikasi

Ibu

Bayi
1 th 1998 39 spontan dukun tidak ada tidak ada laki2 3100 ya,asi eksklusif tidak ada
2 th 1999 12 abortus dokter tidak ada tidak ada – – – –
3 th 2003 39 spontan dukun tidak ada tidak ada laki2 3500 ya,asi eksklusif tidak ada
4 th 2008 12 abortus dokter tidak ada tidak ada – – – –
5 21/09/10 40+1 spontan bidan tidak ada tidak ada laki2 3700 ya, untuk saat ini hanya ASI tidak ada

Riwayat Kontrasepsi

No JenisAlkon Mulai memakai Berhenti / Ganti Cara
Tgl Oleh Tempat Keluhan Tgl Oleh Tempat Keluhan
1 Pil Th1998 bidan BPS tidak ada Th1998 Bidan BPS tidak ada

Riwayat Kesehatan

Ibu mengatakan dirinya dan keluarganya tidak menderita penyakit seperti darah tinggi, gula, jantung, asma, dan penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS, hepatitis B.

Riwayat Kehamilan dan Persalinan

Masa Kehamilan : 40+1 minggu

Tempat Persalinan : BPS Sutimah, oleh : bidan

Jenis persalinan : spontan

Komplikasi : tidak ada

Plasenta : lengkap, lahir spontan

Kelainan : tidak ada

Perineum : rupture derajat 2

Perdarahan : kala I : –

kala II : –

kala III : 70 cc

kala IV : 100 cc

Keadaan BBL

Lahir tanggal : 21September 2010 jam 00.50 WIB

PB/BB : 49 cm/3700 gram

Cacat bawaan : tidak ada

Riwayat post partum
Nutrisi

Makan : 3x per hari ; nasi, sayur, lauk, buah

Minum: 9x per hari ; air putih, susu, teh

Eliminasi,

BAB : 1x per hari

BAK : 5x per hari

Istirahat : ½ jam siang, 7 jam malam
Personal Hygiene

Ibu mengatakan mandi 2 x perhari, ganti celana dalam 3 x perhari, ganti pembalut 3 x perhari, cebok dari depan ke belakang

Ambulasi

Ibu sudah bisa jalan-jalan

Laktasi

Asi keluar lancar, payudara terasa tegang dan penuh

Riwayat Psikososial
Pengetahuan ibu tentang proses menyusui

Ibu mengatakan menyusui bayinya dengan posisi duduk ditempat tidur

Pengalaman ibu menyusui pada persalinan yang lalu

Ibu mengatakan pengalaman waktu menyusui pada persalinan yang lalu belum pernah mengalami payudara yang penuh dan terasa nyeri
O

Pemeriksaan Umum

KU : baik

Kesadaran : CM

BB : 65kg

Suhu : 37o C

TD : 110/70 mmHg

Nafas : 20 x permenit

Pemeriksaan Khusus

Kepala

Mata : Sklera putih, konjungtiva merah

muda, tidak ada odem palpebra

Wajah : Segar, tidak pucat, tidak ada odem

Mulut : Bibir lembab, warna merah muda, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi

Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid/limfe, tidak ada

bendungan vena jugularis

Payudara

Bentuk : simetris, membesar, payudara kanan dan kiri tegang dan agak keras

Puting susu : bersih, menonjol

Asi : keluar lancar

Abdomen

Bentuk : dinding perut longgar

Bekas luka : tidak ada

TFU : pertengahan pusat dengan simfisis, teraba keras, kontraksi baik

Ekstermitas

Odem : tidak ada

Varises : tidak ada

Reflek patella : + / +

Genetalia luar

Odem : tidak ada

Varises : tidak ada

Bekas luka : jahitan perineum

Jahitan : masih basah

Sekret : pengeluaran lochea sanguinolenta, berwarna merah, bau amis khas darah, jumlah satu kali ganti pembalut

Anus : tidak ada hemoroid

A

Tanggal 23 September 2010

Diagnosa kebidanan

Seorang Ny ‘S’ umur 34 tahun P 3 Ab 2 Ah 2 nifas hari ke tiga, dengan payudara bengkak, kontraksi baik , TFU pertengahan pusat dengan simpisis, lochea sanguinolenta

Diagnosa potensial

Payudara bengkak karena produksi ASI yang terlalu banyak potensial menjadi mastitis payudara bila tidak segera ditangani
P

Tanggal 23 September 2010

Memberitahukan kepada ibu bahwa kondisi ibu baik, rahim dalam proses kembali ke keadaan sebelum hamil, dan payudara kanan dan kiri mengalami pembengkakan.Ibu mengerti keadaannya bahwa payudaranya bengkak
Melakukan perawatan pada payudara bengkak, serta mengajarkan pada ibu. Mempersiapkan alat (2 buah kom sedang masing-masing diisi dengan air hangat dan dingin, 2 buah waslap, 2 buah handuk, minyak kelapa/baby oil secukupnya dan kapas)
Memberitahu ibu bahwa akan melakukan perawatan pada payudara ibu
Meminta ibu untuk melepas pakaian atas dan duduk tegak di kursi
Mengenakan satu handuk melintang di bawah payudara
Mencuci tangan, lalu menuangkan minyak ke kedua belah telapak tangan secukupnya.
Melakukan masasse ringan dengan telapak tangan dari pangkal ke arah areola
Menekan areola dengan ibu jari pada sekitar areola bagian atas dan jari telunjuk pada sisi areola yang lain.
Mengompres dengan air hangat untuk mengurangi stasis pada pembuluh darah dan mengurangi rasa nyeri, dilakukan selang-seling dengan kompres dingin untuk melancarkan aliran darah payudara
Mengeringkan payudara dengan handuk
Merapikan ibu dan membantu ibu memakai pakaian
Membereskan alat dan mencuci tangan

Perawatan payudara sudah dilakukan

Mengajarkan kepada ibu cara menyusui yang benar dan menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan seperti yang sudah dilakukan di rumah untuk mengatasi payudara bengkak yang dialami ibu. Lakukan sesuai kebutuhan / sampai ibu merasa nyaman. Serta menganjurkan ibu untuk menyusui lebih sering dan lebih lama pada payudara yang bengkak untuk melancarkan aliran ASI dan menurunkan tegangan payudara.

Ibu dapat menjelaskan kembali, dan akan melakukannya di rumah.

Memberitahu ibu bahwa jahitannya masih basah dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat kelamin dengan cara : cebok dengan sabun kemudian dibilas degan air mengalir sampai bersih dari depan ke belakang, kompres jahitan dengan kassa betadin 1-2 menit / terasa perih supaya jahitan lekas kering dan tak infeksi, ganti pembalut sebelum penuh, serta tidak terlalu sering menyentuh jahitan.

Ibu mengerti cara menjaga kebersihan alat kelamin dan akan melaksanakan sesuai anjuran bidan.

Melakukan kontrak kunjungan ulang tanggal 29 September 2010 untuk kontrol nifas dan mengimunisasikan bayinya atau jika ada keluhan.

Ibu bersedia kontrol nifas dan mengimunisasikan anaknya.

B. PEMBAHASAN

Dari pengkajian data subjektif didapat informasi bahwa payudara terasa penuh dan nyeri,serta dalam data objektif didapatkan hasil pemeriksaan bahwa payudara kanan dan kiri tegang dan agak keras yang merupakan ciri-ciri payudara bengkak sehingga diagnose kebidanannya adalah Seorang Ny ‘S’ umur 34 tahun P3 Ab2 Ah2 nifas hari ke tiga, dengan payudara bengkak, kontraksi baik , TFU pertengahan pusat dengan simpisis, lochea sanguinolenta.

Dari diagnosa kebidanan yang tepat, maka planning yang dibuat bisa tepat dalam mengatasi masalah. Cara mengatasi payudara bengkak yang dilakukan pada pasien sudah sesuai dengan teori.

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari hasil asuhan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa asuhan yang diberikan sesuai dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan payudara bengkak :

Pengkajian data dilakukan secara menyeluruh yang meliputi identitas, anamnesa, data subjektif dan objektif.
Hasil pemeriksaan didapat TD : 110/70 mmHg, R : 20x/menit, S : 36,7 oC, TFU : pertengahan pusat dengan sympisis, lochea sanguinolenta.
Berdasarkan pengkajian dan pemeriksaan dapat ditentukan diagnosa kebidanannya adalah Ny “S” umur 34 tahun P 3 Ab 2 Ah 3 nifas hari ke tiga, dengan payudara bengkak, kontraksi baik, TFU pertengahan pusat dengan simpisis, lochea sanguinolenta
B. SARAN

Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan payudara bengkak, penulis menyarankan agar :

Bagi pasien :

Agar ibu jangan sampai takut menyusukan ASInya pada payudara yang bengkak supaya menurunkan ketegangan payudara serta lebih sering menyusui bayinya (on demand)

Bagi mahasiswa dapat menerapkan segala pengetahuan yang didapatkan baik yang di kampus maupun yang di lapangan.

Contoh Soal UAS Mata Kuliah : KDPK

0

Petunjuk :
1. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan beri tanda silang (X.
2. Tidak boleh ada coretan pada jawaban multiple choice (menjawab hanya 1 kali)maupun jawaban essay.
SOAL
1. Tingkat kesadaran pasien yang menunjukkan keadaan pasien yang hanya mau tidur saja dan dapat dibangunkan dengan rangsang nyeri disebut …..
A. Letargi
B. Sopor
C. Apatis
D. Kompos mentis
E. Koma

2. Keadaan kesadaran pasien yang tampak lesu dan mengantuk disebut ….
A. Letargi
B. Sopor
C. Apatis
D. Somnolen
E. Koma

3. Data Subyektif dapat diperoleh selain dari wawancara langsung ke pasien juga bisa melalui keluarga, disebut …..
A. Allo Anamnesa
B. Auto anamnesa
C. Anamnesa sekunder
D. Anamnesa primer
E. Anamnesa tersier

4. Teknik dalam pemeriksaan fisik ada 4, salah satunya adalah pemeriksaan dengan teknik perabaan yang disebut ….
A. Inspeksi
B. Radiasi
C. Palpasi
D. Auskultasi
E. Perkusi

5. Dibawah ini yang bukan termasuk bagian tubuh/tempat pemeriksaan denyut nadi adalah
A. Arteri radialis
B. Arteri temporalis
C. Arteri femoralis
D. Arteri dorsal pedis
E. Arteri ulnalis
6. Frekuensi denyut nadi > 100 x/menit disebut ….
A. Bradikardia
B. Takikardia
C. Bradipnea
D. Takipnea
E. Pulsus parsus

7. Frekuensi pernafasan yang normal pada orang dewasa adalah ….
A. 20-40 x/mnt
B. 40-60 x/mnt
C. 18-20 x/mnt
D. 4-8 x/mnt
E. 10-15 x/mnt

8. Suhu tubuh nomal manusia berkisar antara,
A. 35 ᵒ C – 36, 5 ᵒ C
B. 36 ᵒ C – 37 ᵒ C
C. 36,2 ᵒ C – 37,5 ᵒ C
D. 36,5 ᵒ C – 37,2 ᵒ C
E. 35,5ᵒ C – 36,5 ᵒ C

9. Lama pengukuran suhu di rektal adalah …
A. 5-10 menit
B. 10-15 menit
C. 2-3 menit
D. 15-20 menit
E. 3-5 menit

10. Jika berat lahir bayi 3500 gram, maka berat bayi pada usia 1 tahun seharusnya …
A. 7000 gram
B. 7500 gram
C. 9500 gram
D. 10500 gram
E. 12000 gram

11. Jika panjang lahir bayi 50 cm, maka panjang bayi pada usia 6 bulan seharusnya …
A. 100 cm
B. 75 cm
C. 65 cm
D. 50 cm
E. 55 cm

12. Warna kulit tampak kebiru-biruan sebagai akibat berkurangnya kemampuan darah untuk mengangkut oksigen disebut …
A. Anemis
B. Odema
C. Vernix Caseosa
D. Ikterik
E. Sianosis

13. Salah satu reflek bayi adalah bila pipi bayi disentuh, ia akan menoleh kepalanya ke sisi yang disentuh itu untuk mencari putting susu. Reflek tersebut disebut …
A. Rooting reflek
B. Babinsky reflek
C. Graph reflek
D. Startle reflek
E. Sucking reflek

14. Ilmu yang mempelajari efek fisiologis obat, biokimia, dan mekanisme obat disebut …
A. Farmakologi
B. Farmakodinamik
C. Farmakokinetik
D. Farmakognosa
E. Farmakokinetik
15. Salah dari beberapa efek obat adalah efek terapeutik, yang dimaksud dengan efek terapeutik obat adalah …
A. Efek skunder yang tidak diharapkan
B. Efek yang berbahaya dan merusak pada mahkluk hidup atau pada jaringan
C. Efek utama yang diharapkan menjadi alasan mengapa suatu obat harus diberikan
D. Reaksi imunologi terhadap obat
E. Efek yang tidak diharapkan dan bersifat individual
SOAL KASUS
Pasien usia 10 tahun mengeluh demam, setelah dilakukan pemeriksaan maka pasien tersebut diberikan paracetamol, sediaan paracetamol 500 mg tiap tablet (dosis dewasa).
16. Berapa dosis pemberian paracetamol 1 kali minumnya jika dihitung menggunakan rumus dilling …
A. 300 mg
B. 227,27 mg
C. 250 mg
D. 200 mg
E. 150 mg
17. Advice dokter, klien diberikan eritromycin 250 mg PO, obat tersedia dalam botol berukuran 100 ml dan pada label tertera 5 ml mengandung 125 mg eritromycin. Berapa jumlah obat yang harus diberikan klien …
A. 10 mg
B. 12,5 mg
C. 15 mg
D. 25,5 mg
E. 20 mg
18. Sediaan amoxillin kemasan vial 1 gr/1000 mg, dioplos dengan aquabidest 5 cc, maka berapa cc cairan obat yang harus disiapkan jika pasien membutuhkan 750 mg …
A. 3 cc
B. 3,5 cc
C. 3,75 cc
D. 2,75 cc
E. 4,5 cc
19. Jika dosis 1 kali minumnya telah diketahui, maka berapa tablet paracetamol yang harus diberikan dan bagaimana aturan minumnya jika obat tersebut diberikan tiap 8 jam selama 6 hari …
A. 6 tablet paracetamol dan aturan minum 3 x 1
B. 7 tablet paracetamol dan aturan minum 3 x 1/2
C. 8 tablet paracetamol dan aturan minum 3 x ½
D. 9 tablet paracetamol dan aturan minum 3 x 1
E. 9 tablet paracetamol dan aturan minum 3 x ½

20. Pasien usia 8 tahun mengeluh sakit saat menelan, setelah dilakukan pemeriksaan maka pasien tersebut di diagnosa menderita faringitis. Pasien mendapat therapiu amoxillin dan Asam Mefenamat, sediaan yang tersedia untuk amoxillin 500 mg tiap tablet (dosis dewasa) serta As. Mefenamat 250 mg tiap tablet (separo dosis dewasa). Berapa dosis 1 kali minum untuk masing-masing obat pasien tersebut …
A. Amox 250 mg, As. Mefenamat 250 mg
B. Amox 300 mg, As. Mefenamat 300 mg
C. Amox 250 mg, As. Mefenamat 300 mg
D. Amox 400 mg, As. Mefenamat 400 mg
E. Amox 400 mg, As. Mefenamat 300 mg

PROSEDUR KATETER

0

prosedur kateter

 
PROSEDUR KATETER
 
1.      Definisi
Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan, terbuat dari bahan karet atau plastik, metal, woven silk dan silicon. Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine.
 
 
2.      Tujuan
–        Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih
–        Untuk pengumpulan spesimen urine
–        Untuk mengukur residu urine setelah miksi di dalam kandung kemih
–        Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan
 
3.      Persiapan
Alat
a.       Tromol steril berisi
b.      Gass steril
c.       Deppers steril
d.      Handscoen
e.       Cucing
f.       Neirbecken
g.      Pinset anatomis
h.      Doek
i.        Kateter steril sesuai ukuran yang dibutuhkan
j.        Tempat spesimen urine jika diperlukan
k.      Urobag
l.        Perlak dan pengalasnya
m.    Disposable spuit
n.      Selimut
Obat
a.       Aquadest
b.      Bethadine
c.       Alkohol 70 %
Petugas
a.       Pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi dan sterilitas mutlak dibutuhkan dalam rangka tindakan preventif memutus rantai penyebaran infeksi nosokomial
b.      Cukup ketrampilan dan berpengalaman untuk melakukan tindakan dimaksud
c.       Usahakan jangan sampai menyinggung perrasaan penderita, melakukan tindakan harus sopan, perlahan-lahan dan berhati-hati
d.      Diharapkan penderita telah menerima penjelasan yang cukup tentang prosedur dan tujuan tindakan
Penderita
Penderita telah mengetahui dengan jelas segala sesuatu tentang tindakan yang akan dilakukan penderita atau keluarga diharuskan menandatangani informed consent
 
4.      Penatalaksanaan
1)      Menyiapkan penderita : untuk penderita laki-laki dengan posisi terlentang sedang wanita dengan posisi dorsal recumbent atau posisi Sim
2)      Aturlah cahaya lampu sehingga didapatkan visualisasi yang baik
3)      Siapkan deppers dan cucing , tuangkan bethadine secukupnya
4)      Kenakan handscoen dan pasang doek lubang pada genetalia penderita
5)      Mengambil deppers dengan pinset dan mencelupkan pada larutan bethadine
6)      Melakukan desinfeksi sebagai berikut :
–        Pada penderita laki-laki : Penis dipegang dan diarahkan ke atas atau hampir tegak lurus dengan tubuh untuk meluruskan urethra yang panjang dan berkelok agar kateter mudah dimasukkan . desinfeksi dimulai dari meatus termasuk glans penis dan memutar sampai pangkal, diulang sekali lagi dan dilanjutkan dengan alkohol. Pada saat melaksanakan tangan kiri memegang penis sedang tangan kanan memegang pinset dan dipertahankan tetap steril.
–        Pada penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora, desinfeksi dimulai dari atas ( clitoris ), meatus lalu kearah bawah menuju rektum. Hal ini diulang 3 kali . deppers terakhir ditinggalkan diantara labia minora dekat clitoris untuk mempertahankan penampakan meatus urethra.
7)      Lumuri kateter dengan jelly dari ujung merata sampai sepanjang 10 cm untuk penderita laki-laki dan 4 cm untuk penderita wanita. Khusus pada penderita laki-laki gunakan jelly dalam jumlah yang agak banyak agar kateter mudah masuk karena urethra berbelit-belit.
8)      Masukkan katether ke dalam meatus, bersamaan dengan itu penderita diminta untuk menarik nafas dalam
9)      Mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai
10)  Memfiksasi kateter pada penderita laki-laki kateter difiksasi dengan plester pada abdomen. Pada penderita wanita kateter difiksasi dengan plester pada pangkal paha
11)  Menempatkan urobag ditempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih
12)  Melaporkan pelaksanaan dan hasil tertulis pada status penderita yang meliputi :
–        Hari tanggal dan jam pemasangan kateter
–        Tipe dan ukuran kateter yang digunakan
–        Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan lain yang ditemukan
–        Nama terang dan tanda tangan pemasang
 
5.      Referensi
1)      Widjoseno Gardjito,Urologi, Pedoman Diagnosa dan Terapi Lab/UPF Ilmu Bedah RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, 1994
2)      Prosedur Tetap Standar Pelayanan Medis IRD Dr. Soetomo. 1996.
 
CHECKLIST PEMASANGAN KATETER
 
No
Butir yang dinilai
Nilai
0
1
2
A.
SIKAP
 
 
 
1.
Menyambut pasien dengan ramah dan sopan
 
 
 
0        Tidak dikerjakan
 
 
 
1        memberikan salam saja
 
 
 
2        memberikan salam dengan sopan dan ramah
 
 
 
2.
Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
 
 
 
0.         Tidak dilakukan
 
 
 
1.         Menjelaskan tujuan dan prosedur kurang lengkap
 
 
 
2.         Menjelaskan tujuan dan prosedur secara lengkap
 
 
 
3.
Merespon terhadap reaksi pasien
 
 
 
0        Tidak merespon
 
 
 
1        Merespon terhadap reaksi pasien tapi tidak ditanggapi dengan tepat
 
 
 
2        Memberikan respon dengan tepat kepada pasien
 
 
 
4.
Percaya diri
 
 
 
 
0        Terlihat gugup, tidak melakukan kontak mata dan suara kurang jelas
 
 
 
1        Tergesa gesa dan terlihat ragu- ragu
 
 
 
2        Terlihat tenang dan melakukan dengan percaya diri 
 
 
 
5.
Teruji memberikan rasa empati pada klien
0        Tidak dilakukan
1        Memberi kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan tetapi tidak merespon dengan baik
2        Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan keluhan dan segera memberikan tanggapan dengan baik.
 
 
 
Total skor :10
 
 
 
B. CONTENT
 
 
 
6.
Menyiapkan penderita : untuk penderita laki-laki dengan posisi terlentang sedang wanita dengan posisi dorsal recumbent atau posisi Sim
 
 
 
0        Tidak dilakukan
 
 
 
1        Dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2        Dilakukan dengan  benar
 
 
 
7.
Mengatur cahaya lampu sehingga didapatkan visualisasi yang baik
 
 
 
0        Tidak dilakukan
 
 
 
1        Dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2        Dilakukan dengan  benar
 
 
 
8.
Menyiapkan deppers dan cucing , tuangkan bethadine secukupnya
 
 
 
0        Tidak dilakukan
 
 
 
1        Dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2        Dilakukan dengan  benar
 
 
 
9.
Mengenakan handscoen dan pasang doek lubang pada genetalia penderita
 
 
 
0    tidak dilakukan
 
 
 
1   dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2   dilakukan dengan benar
 
 
 
10
Mengambil deppers dengan pinset dan mencelupkan pada larutan bethadine
 
 
 
0        Tidak dilakukan
 
 
 
1        Dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2        Dilakukan dengan  benar
 
 
 
11.
Melakukan desinfeksi sebagai berikut :
Pada penderita laki-laki : Penis dipegang dan diarahkan ke atas atau hampir tegak lurus dengan tubuh untuk meluruskan urethra yang panjang dan berkelok agar kateter mudah dimasukkan . desinfeksi dimulai dari meatus termasuk glans penis dan memutar sampai pangkal, diulang sekali lagi dan dilanjutkan dengan alkohol. Pada saat melaksanakan tangan kiri memegang penis sedang tangan kanan memegang pinset dan dipertahankan tetap steril.
Pada penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora, desinfeksi dimulai dari atas ( clitoris ), meatus lalu kearah bawah menuju rektum. Hal ini diulang 3 kali . deppers terakhir ditinggalkan diantara labia minora dekat clitoris untuk mempertahankan penampakan meatus urethra.
 
 
 
0    tidak dilakukan
 
 
 
1   dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2   dilakukan dengan benar
 
 
 
12.
Mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai
 
 
 
0    tidak dilakukan
 
 
 
1   dilakukan dengan tidak benar
 
 
 
2   dilakukan dengan benar
 
 
 
13.
Melaporkan pelaksanaan dan hasil tertulis pada status penderita yang meliputi :
–        Hari tanggal dan jam pemasangan kateter
–        Tipe dan ukuran kateter yang digunakan
–        Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan lain yang ditemukan
–        Nama terang dan tanda tangan pemasang
 
 
 
0    tidak dilakukan
 
 
 
1   dilakukan dengan tidak lengkap
 
 
 
2   dilakukan dengan benar
 
 
 
Total skor : 16
 
 
 
C.
TEKNIK
 
 
 
14.
Teruji melakukan prosedur secara sistematis
 
 
 
0.         Tidak dilakukan
 
 
 
1.         Melakukan prosedur tetapi tidak secara urut.
 
 
 
2.         Melakukan prosedur secara urut/runtun.
 
 
 
15.
Teruji menerapkan tekhnik pencegahan infeksi
 
 
 
0.         Tidak dilakukan
 
 
 
1.         Menerapkan tekhnik pencegahan infeksi kurang tepat
 
 
 
2.         Menerapkan tekhnik pencegahan infeksi dengan tepat
 
 
 
16.
Teruji melaksanakan komunikasi selama pemeriksaan
 
 
 
0.         Tidak dilakukan
 
 
 
1.         Melaksanakan komunikasi tetapi dengan menggunakan bahasa yang tidak mudah dimengerti oleh pasien
 
 
 
2.         Melaksanakan komunikasi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pasien
 
 
 
17.
Menjaga privasi klien
0.         Tidak dilakukan
1.         Menjaga privasi dengan ucapan atau memperagakan menutup pintu/ sampiran saja
2.         Menjaga privasi dengan ucapan dan memperagakan menutup pintu / sampiran
 
 
 
18.
Teruji mendokumentasikan hasil tindakan dengan baik
 
 
 
0.         Tidak dilakukan
 
 
 
1.         Mendokumentasikan hasil tindakan tanpa identitas pelaksana
 
 
 
2.         Mendokumentasikan seluruh hasil tindakan dengan tanggal, jam,nama dan tanda tangan pelaksana
 
 
 
 
Total score : 10
 
 
 
 
Total score seluruhnya : 36

CONTOH SOAL UJIAN OSCA KEBIDANAN Part # 2

0

soal osca kebidanan stase 4

STASI IV

 

PETUNJUK UNTUK TERUJI :

 

1.    Bacalah soal dengan cermat.

2.    Saudara harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kehamilan fisiologis

3.    Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D pada lembar jawaban yang sudah disediakan.

4.    Waktu saudara 10 menit. Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan.

 

KASUS 1 (untuk soal no. 1 – 5)

Ny. Sarah, 25 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang ke BPS pukul 08.00 WIB, mengeluh perut kenceng-kenceng, hasil pemeriksaan : KU baik, TD : 110/70 mmHg, Nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5, hasil VT pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh, ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan.

 

1.    Diagnosa kebidanan Ny. Sarah adalah ….

A.    Inpartu kala I fase laten

B.    Inpartu kala I fase aktif akselerasi

C.   Inpartu kala I fase aktif deselerasi

D.   Inpartu kala I fase aktif dilatasi maksimal

 

2.    Data fokus yang menunjukkan Ny. Sarah dalam proses persalinan….

A.    Kepala masuk 2/5

B.    TFU 30 cm

C.   Kenceng-kenceng

D.   Pembukaan serviks 8 cm

 

3.    Sesuai dengan kasus Ny.Sarah penurunan kepala berada pada

A.  Hodge I

B.  Hodge II

C.  Hodge III

D.  Hodgee IV

 

4.    Asuhan sayang ibu yang diberikan pada Ny. Sarah …

A.     Memberikan dukungan emosional

B.    Memberikan nutrisi

C.   Menganjurkan ibu untuk berbaring

D.   Melakukan periksa dalam kembali untuk menentukan pembukaan

 

5.    Setelah dievaluasi, ibu menyatakan ingin meneran, tindakan bidan adalah

A.  Memecah ketuban

B.  Memimpin persalinan

C.  Memastikan pembukaan lengkap

D.  Menganjurkan ibu untuk mengatur pernafasan

 

 

 

 

 

KASUS 2 (untuk soal no. 6-10)

Ny. Mira umur 25 tahun PI A0 AHI baru saja melahirkan bayinya secara spontan, keadaan bayinya menangis kuat, kemerahan pada kulit dan tonus ototnya baik. Sedangkan plasenta belum lahir, Tinggi fundus uteri masih setinggi pusat, sudah terdapat tanda- tanda pelepasan plasenta.

 

6.    Ny.Mira saat ini dalam kondisi………..

A.    Inpartu fase aktif

B.    Post partum

C.   Inpartu kala II

D.   Inpartu kala III

7.    Tindakan yang dilakukan bidan berdasarkan kasus Ny.Mira adalah………

A.    Pastikan janin tunggal

B.    Injeksi oksitosin

C.   Penegangan tali pusat terkendali

D.   Melahirkan plasenta

8.    Sesuai kasus diatas diperkirakan plasenta akan lahir dalam waktu………….

A.    5 – 10 menit

B.    10 – 15 menit

C.   15 – 20 menit

D.   15 – 30 menit

9.    Tali pusat memanjang, semburan darah mendadak dan uterus globuler merupakan……

A.    Inpartu  III

B.    Tanda- tanda bayi sudah lahir

C.   Tanda- tanda pelepasan tali pusat

D.   Tanda- tanda pelepasan plasenta

10.  Pada keadaan kontraksi, uterus inkoordinasi akan membentuk cicin retraksi patologis (bendel’s Rings),pada bagian uterus ini merupakan bagian uterus……….

A.    Segmen atas uterus

B.    Segmen tengah uterus

C.   Segmen bawah uterus

D.   Batas antara segmen atas dan bawah

 

KUNCI JAWABAN

D; D;C;A;C;D;A;D;D;D

 

SUMBER :

Departemen Kesehatan RI, 2008, Buku Pelatihan APN, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Manuaba I Gde, 2005, Ilmu Kebidanan  Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk   Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta

 

Kasus 3 ( untuk soal 1 – 5 )

Ny U GI P0 A0 umur 23th hamil 39 mgg datang ke BPS bersama suami pukul 11.00WIB dengan keluhan kenceng – kenceng sejak pukul 06.00 WIB dan mengeluarkan lendir darah serta nyeri pada punggung. Hasil pemeriksaan VT pembukaan 4 cm, KK utuh penurunan pada hodge II. His 2x/10mnt lama 30 dtk

 

Soal

1.    Berdasar kasus diatas diagnosa Ny U adalah … ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 5 )

a.    Ny U GIP0A0 inpartu kala I fase laten

b.    Ny U GIP0A0 inpartu kala I fase akselerasi

c.    Ny U GIP0A0 inpartu kala I fase dilatasi maksimal

d.    Ny U GIP0A0 inpartu kala I fase deselerasi

 

2.    Data focus yang mendukung diagnosa diatas adalah ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 5 )

a.    merasakan kenceng – kenceng

b.    mengeluarkan lendir darah

c.    pembukaan 4 cm

d.    penurunan kepala hodge II

 

3.    Pemenuhan kebutuhan rasa aman  yang tepat untuk Ny U adalah ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 56 )

a.    memberi makan dan minum

b.    menentukan pemenuhan  pendampingan persalinan

c.    melakukan masase

d.    memberi informasi tentang proses persalinan

 

4.    Sesuai dengan kurve Fridman  Ny U pembukaan lengkap pada pukul ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 5 )

a.    Pukul 17.00 WIB

b.    Pukul 16.00 WIB

c.    Pukul 15.00 WIB

d.    Pukul 14.00 WIB

 

5.    Sesuai kasus diatas penurunan kepala berada pada ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 28 )

a.    Bidang setinggi PAP

b.    Bidang setinggi pinggir bawah simpisis pubis berhimpit dengan PAP

c.    Bidang setinggi spina ishiadika berhimpit dengan PAP

d.    Bidang setinggi ujung os cogcigis  berhimpit dengan PAP

 

Kasus 4 ( untuk soal 6 -10 )

Ny A GII PI A0 umur 25 th hamil 38 minggu berada pada kamar bersalin, hasil pemeriksaan terakhir adalah VT pembukaan lengkap, eff 100%, penurunan kepala H III +, KK utuh,  ibu mengatakan takut kalau dijahit, pemeriksaan lain – lain normal

 

Soal

6.    Data focus untuk menegakkan diagnosa Ny A adalah ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 6 )

a.    pembukaan lengkap

b.    eff 100%

c.    penurunan kepala H IV

d.    KK utuh

 

7.    Asuhan kebidanan yang tepat untuk Ny A adalah( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 108 )

a.    Pecah ketuban

b.    Pimpin meneran

c.    Pimpin meneran saat ada HIS

d.    Tunggu KK pecah spontan

 

8.    Tindakan awal pada Ny A menggunakan alat ( JNPK-KR, Asuhan Persalinan Normal & IMD, 2008 hal 145 )

a.    Setengah cocker

b.    Klem tali pusat

c.    Gunting plasenta

d.    Gunting epis    

 

9.    Posisi meneran yang dianjurkan nuntuk Ny A adalah ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 102 )

a.    setengah duduk

b.    merangkak

c.    berdiri

d.    berbaring miring kiri

 

10.  Sesuai dengan mekanisme persalian normal, pada  Ny A  sedang terjadi ( Sumarah, SSiT dkk, Perawatan Ibu Bersalin: Fitramaya hal 94 )

a.    Kepala engangement

b.    Kepala fleksi

c.    Kepala rotasi dalam

d.    Kepala ektensi

                                                 

 

Kasus  5 (untuk soal nomer 1-5)

Ny D pukul 09.30 melahirkan bayi dengan BB 2550 gr, PB 49 cm. Usia kehamilan Ny D adalah 37 minggu. Ny D melahirkan di ruangan ber AC.

1.    Diagnosa apa yang tepat untuk by Ny D ?

a.    BBL Normal

b.    BBLR

c.    Bayi Normal

d.    BBL Prematur

(Asuhan kesehatan Anak dalam konteks keluarga, 1992 : 93)

 

2.    Penilaian awal yang dilakukan pada bayi Ny D di bawah ini adalah benar, kecuali…….

a.    Bayi menangis kuat

b.    Bayi bernafas tidak kesulitan

c.    Bayi bergerak dengan aktif

d.    Bayi tidak ada kelainan konginetal

(APN, 2007 : 96)

 

3.    Bentuk rangsangan yang tidak boleh dilakukan untuk bayi Ny D adalah…..

a.    Menempelkan kompres panas atau dingin atau menempatkan bayi di air panas atau dingin

b.    Mengusap punggung

c.    IMD

d.    Mengeringkan bayi dengan handuk kering

(Rachimhadhi et al, 1997, American academy of Pediatrics 2000)

 

4.    Setelah 30 menit sampai 2 jam bayi Ny D telah memasuki masa……

a.    Reaktivitas I

b.    Reaktivitas II

c.    Periodik

d.    Stabilisasi

(Hamilton, M. 1995. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC)

 

5.    Bayi Ny D berisiko untuk kehilangan panas (hipotermi) dengan cara……..

a.    Radiasi

b.    Konduksi

c.    Konveksi

d.    Evaporasi

(WHO/RTH/MSM/97-2)

 

KASUS 6 (SOAL 6-10)

Ny E telah melahirkan bayi perempuan normal menangis kuat 1 menit yang lalu, kemudian mengeluarkan darah memancar dari jalan lahir. Apabila daerah supra pubis ditekan ibu ingin kencing.

6.    Ny E telah memasuki fase…..

a.    Kala I

b.    Kala II

c.    Kala III

d.    Kala IV

Sarwono. 2000. Buku Acuan Nasional Maternal Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka(115)

 

7.    Yang harus dilakukan oleh bidan pada pengkajian awal pada Ny E adalah…..

e.    Palpasi uterus untuk menentukan apakah ada bayi ke dua

f.     Melakukan masase fundus uteri

g.    Melakukan PTT

h.    Menekan simpisis untuk memastikan placenta sudah lepas/belum

Sarwono. 2000. Buku Acuan Nasional Maternal Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka(115)

 

8.    Untuk langkah selanjutnya dari soal No 6 adalah……..

a.    Melakukan PTT

b.    Menberikan oksitosin 10 U IM

c.    Masase uterus

d.    Menunggu plasenta keluar dengan sendirinya

Sarwono. 2000. Buku Acuan Nasional Maternal Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka(116)

 

9.    Ny E mengeluarkan pancaran darah dari jalan lahir, apa yang anda pikirkan ?

a.    Plasenta telah lepas dari uterus

b.    Perdarahan post partum

c.    Laserasi jalan lahir

d.    Atonia uteri

Sarwono. 2000. Buku Acuan Nasional Maternal Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka(117)

 

10.  Dalam waktu 30 menit setelah menggunakan MAK III,  ternyata plasenta  Ny D belum lahir apa yang anda lakukan ?

a.    Masase uterus

b.    Periksa kandung kencing

c.    Periksa kandung kencing, kosongkan dengan kateter bila penuh

d.    Melakukan ulangan MAK III

Sarwono. 2000. Buku Acuan Nasional Maternal Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka(118)

 

KASUS 7

Ny.Yani umur 29 tahun GI Po Ao hamil 39 minggu datang ke BPS pada pukul 14.00 dengan keluhan perut kenceng – kenceng sejak 4 jam yang lalu .ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah , serta nyeri pada saat kontraksi .Pemeriksaan didapatkan pembukaan 5 cm , ketuban masih utuh , presentasi kepala , penurunan kepala H II , his 2x (10 menit ) lama 40 detik, Djj 136 x/menit , kuat .  

 

1.    Diagnosa kebidanan yang tepat untuk Ny .Yani adalah …………..

  1. Inpartu kala I fase aktif akselerasi
  2. Inpartu kala I fase aktif dilatasi maksimal
  3. Inpartu kala I fase aktif deselerasi
  4. Inpartu kalaI fase laten

 

2.    Setelah 2 jam , berapakah pembukaan servik yang dialami Ny Yani …

  1. 6 cm
  2. 7 cm
  3. 8 cm
  4.  9 cm

 

3.    Jam berapakah kemungkinan pembukaan lengkap …

  1. Jam 16.00
  2. Jam 17.00
  3. Jam 18.00
  4. Jam 19.00

 

4.    Pada kasus Ny Yani penurunan kepala janin sejajar dengan ..

  1. Tepi atas simpisis
  2. Tepi bawah simpisis
  3. Spina ischiadika
  4. Kogcigis

 

5.    Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. Yani adalah…

  1. Menganjurkan ibu berbaring terlentang ditempat tidur
  2. Menganjurkan ibu untuk tetap jalan-jalan
  3. Menganjurkan ibu menahan kencing
  4. Menganjurkan ibu untuk meneran

 

Kasus 8 (soal No. 6 – 10)

Ny. Muna GII PI AO sudah di RB annisa sejak 4 jam yang lalu, mengeluh ingin meneran dan ingin buang air besar, setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan pembukaan lengkap, KK pecah air ketuban  jernih, perineum menonjol dan penolong sudah siap.

6.    Berdasarkan kasus diatas Ny Muna G2 P1 A0 inpartu kala II, data fokus yang menunjukkan adalah….

  1. ibu ingin meneran
  2. pembukaan lengkap
  3. air ketuban pecah
  4. penolong sudah siap

 

7.    pada kasus diatas DJJ dipantau setiap….

a.    segera setelah kontraksi

b.    15 menit setelah kontraksi

c.    20 menit setelah kontraksi

d.    30 menit setelah kontraksi

 

8.    pencatatan yang tepat pada kolom partograf, melihat data air ketuban adalah…

a.    D

b.    M

c.    J

d.    U

 

9.    Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. Muna adalah…….

a.    Anjurkan ibu meneran berkepanjangan

b.    Anjurkan ibu untuk menahan napas setiap kontraksi

c.    Anjukan ibu tidak minum selama kala II

d.    Anjurkan ibu meneran  pada saat ada his dan dorongan meneran

 

10.  posisi yang tidak dianjurkan untuk Ny. Muna adalah….

a.    setengah duduk

b.    telentang

c.    miring kiri

d.    jongkok

 

KASUS 9

Ny.Fatia G2P1A0 dengan riwayat kehamilan dan persalinan yang normal datang ke BPS Ny. Sandra dengan keluhan kenceng-kenceng yang semakin sering dan semakin teratur,keluar lender darah dari jalan lahir. Setelah dilakukan pemeriksaan dalam hasilnya pembukaan 6 cm, penurunan bagian terbawah di H II, dengan titik penunjuk UUK

 

SOAL

1.    Sesuai dengan kasus diatas diagnose yang tepat untuk Ny.Fatia adalah…

A.    Inpartu kala I dengan presentasi belakang kepala

B.    Inpartu kala I dengan presentasi puncak kepala

C.   Inpartu kala I dengan presentasi dahi

D.   Inpartu kala I dengan presentasi muka

Kunci jawawan : A

Buku : Ostetri fisiologi, Risanto siswosudarmo, 2008, hal 108

 

2.    Data fokus yang mendukung diagnose diatas adalah…

A.    Penurunan kepala di H II

B.    Tiyik penunjuk UUK

C.   Keluar lendir darah dari jalan lahir

D.   Kenceng-kenceng yang semakin sering dan semakin teratur

Kunci jawawan : B

Buku : Ostetri fisiologi, Risanto siswosudarmo, 2008, hal 108

 

3.    Berapa kisaran diameter kepala janin…

A.    13,5 cm

B.    11, 5 cm

C.   9,5 cm

D.   8,5 cm

Kunci jawawan : C

Buku : Ostetri fisiologi, Risanto siswosudarmo, 2008, hal 104

 

4.    Sesuai dengan titik penunjuk bagaimanakah sikap janin…

A.    Defleksi ringan

B.    Defleksi sedang

C.   Defleksi maksimal

D.   Fleksi maksimal

Kunci jawawan : D

Buku : Ostetri fisiologi, Risanto siswosudarmo, 2008, hal 108

 

5.    Sampai dimanakah bagian terendah janin turun…

A.    Pada lingkaran pintu atas panggul

B.    Sejajar HI setinggi tepi bawah symfisis

C.   Sejajar HII setinggi spina iskiadika

D.   Sejajar HIV setinggi artikulasiosakrokoksigea

Kunci jawawan : B

Buku : Ostetri fisiologi, Risanto siswosudarmo, 2008, hal 101

 

 

KASUS 10

Ny. A umur 26 tahun, datang ke BPS. Ny.M mengatakan ingin melahirkan. Anak pertama meninggal usia 3 tahun, anak ke-2 lahir kembar hidup dan belum pernah keguguran. Setelah dilakukan pemeriksaan jam 10.00 WIB didaptkan hasil TD: 110/70 mmHg, N:84x/menit, S: 36,7ºC, RR: 20x/menit, TFU:36 cm, puki, preskep, DJJ (+) 140x/menit, VT:3cm, KK (+),lendir darah (+),penurunan kepala 3/5.

 

6.    Diagnosis pada Ny. A adalah….

A.    GIIIPIIAO inpartu kala I fase laten

B.    GIIIPIIAO inpartu kala I fase aktif

C.   GIIIPIIIAO inpartu kala I fase aktif

D.   GIIIPIIIAO inpartu kala I fase laten

Kunci jawaban : A

Buku : PUSDIKNAKES, WHO, JHPIEGO, 2003, Asuhan Intrapartum hal 9-63

 

7.    Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. A adalah….

A.    menganjurkan ibu untuk jalan-jalan

B.    anjurkan ibu untuk tidur miring kiri

C.   menganjurkan ibu untuk memilih posisi bersalin

D.   melakukan laevement untuk mempercepat pembukaan servik

Kunci jawaban : A

Buku : PUSDIKNAKES, WHO, JHPIEGO, 2003, Asuhan Intrapartum hal 9-63

 

8.    4 jam kemudian dilakukan pemeriksaan dalam, hasil yang diharapkan yaitu…..

A.    pembukaan 5 cm

B.    pembukaan 6 cm

C.   pembukaan 7 cm

D.   pembukaan 8 cm

Kunci jawaban : C

Buku : PUSDIKNAKES, WHO, JHPIEGO, 2003, Asuhan Intrapartum hal 9-63

 

9.    2 jam kemudian Ny. A mengatakan ingin meneran, terlihat perineum menonjol, vulva membuka. Tindakan yang dilakukan adalah……..

A.    pecah ketuban

B.    pimpin persalinan

C.   pasang alas bokong

D.   pastikan pembukaan lengkap

Kunci jawaban : D

Buku : PUSDIKNAKES, WHO, JHPIEGO, 2003, Asuhan Intrapartum hal 9-63

 

10.  Setelah dilakukan tindakan di atas asuhan kebidanan yang dilakukan pd Ny. A adalah….

A.    periksa DJJ

B.    pimpin meneran

C.   jangan makan/minum

D.   kosongkan kandung kemih

Kunci jawaban : B

Buku : PUSDIKNAKES, WHO, JHPIEGO, 2003, Asuhan Intrapartum hal 9-63

 

KASUS 11

Ny.I, 30 tahun GIIPIAO, datang ke BPS jam 08.00 WIB, mengeluh kenceng-kenceng sejak jam 05.00 WIB. Hasil pemeriksaan KU: baik, TD: 120/80mmHg, Nadi: 84x/menit, R:20x/menit, TFU 34cm. hasil VT pembukaan 5cm, penurunan kepala pada H II, KK utuh.

 

1.    Diagnosa kebidanan pada Ny. I adalah…..

a.    Inpartu fase laten

b.    Inpartu fase laten akselerasi

c.    Inpartu fase a,ktif deselerasi

d.    Inpartu fase aktif dilatasi maksimal

 

2.    TBJ pada bayi ny. I adalah….

a.    3456 gram

b.    3500 gram

c.    3550 gram

d.    3565 gram

 

3.    Periksa dalam dilakukan kembali pada jam….

a.    10

b.    11

c.    12

d.    13

 

4.    2 jam kemudian ibu tampak ingin mengejan, ketuban pecah spontan warna jernih. Tindakan yang dilakukan bidan adalah….

a.    periksa DJJ

b.    anjurkan ibu miring kiri

c.    siapkan alat dan persalinan

d.    lakukan pemeriksaan dalam

 

5.    Setelah 30 menit kemudian tampak kepala 5-6cm dari vulva. Tindakan yang dilakukan bidan pada Ny. I adalah….

a.    periksa his dan DJJ

b.    anjurkan ibu miring ke kiri

c.    memasang handuk dan alas bokong

d.    dekatkan alat untuk menolong persalinan

 

 

KASUS 12

Ny. M 28 tahun, datang ke BPS. Ny.M mengatakan ingin melahirkan. Anak pertama meninggal usia 3 tahun, anak ke-2 lahir kembar hidup dan belum pernah keguguran. Setelah dilakukan pemeriksaan jam 10.00 WIB didaptkan hasil TD: 110/70 mmHg, N:88x/menit, S: 36,8ºC, RR: 24x/menit, TFU:36cm, puki, preskep, DJJ (+) 136x/menit, VT:3cm, KK (+),lender darah (+),penurunan kepala 3/5.

 

6.    Diagnosis pada Ny. M adalah….

a.    GIIIPIIAO inpartu kala I fase laten

b.    GIIIPIIAO inpartu kala I fase aktif

c.    GIIIPIIIAO inpartu kala I fase aktif

d.    GIIIPIIIAO inpartu kala I fase laten

 

7.    Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. M adalah….

a.    menganjurkan ibu untuk jalan-jalan

b.    anjurkan ibu untuk tidur miring kiri

c.    menganjurkan ibu untuk memilih posisi bersalin

d.    melakukan laevement untuk mempercepat pembukaan servik

 

8.    4 jam kemudian dilakukan pemeriksaan dalam, hasil yang diharapkan yaitu…..

a.    pembukaan 5 cm

b.    pembukaan 6 cm

c.    pembukaan 7 cm

d.    pembukaan 9 cm

 

9.    2 jam kemudian Ny. M mengatakan ingin meneran, terlihat perineum menonjol, vulva membuka. Tindakan yang dilakukan adalah……..

a.    pecah ketuban

b.    pimpin persalinan

c.    pasang alas bokong

d.    pastikan pembukaan lengkap

 

10.  Setelah dilakukan tindakan di atas asuhan kebidanan yang dilakukan pd Ny. M adalah….

a.    periksa DJJ

b.    pimpin meneran

c.    jangan makan/minum

d.    kosongkan kandung kemih

 

 

kunci kasus 11 dan 12: D; D;C;D;D;D;A;C;D;B

 

 

CONTOH SOAL UJIAN OSCA KEBIDANAN Part # 1

0

contoh soal osca kebidanan

STASI 1

Petunjuk Untuk Teruji :

1.    Bacalah soal dengan cermat

2.    Saudara harus menjawab soal yang berkaitan dengan kehamilan fisiologis

3.    Jawablah soal dengan memilih A, B, C dan D sesuai dengan pendapat saudara di lembar jawaban yang telah disediakan

Kasus I

Ny Rina umur 30 tahun G3P2A0 datang ke tempat praktek anda pada tanggal 11 juni 2011 mengeluh mual muntah, dan tidak mendapatkan haid. Data yang diperoleh dari pemeriksaan HPHT 21 Maret 2011, KU ibu baik TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, R 24 x/menit, S 36oC

1.      Pemeriksaan penunjang yang perlu anda lakukan terhadap Ny S adalah

a.      PP test

b.      Urin aceton

c.       Urin reduksi

d.      Urin protein

2.      Berapakah usia kehamilan Ny. R pada saat ini?

a.      11minggu 5 hari

b.      12 minggu 5 hari

c.       13 minggu 5 hari

d.      14 minggu 5 hari

3.      Penyebab keluhan mual muntah yang dialami  Ny R adalah

a.       Peningkatan hormone HCG

b.      Peningkatan hormone progesterone

c.       Penurunan hormone estrogen dan progesteron

d.      Peningkatan hormone estrogen dan progesteron

4.      Bagaimana cara mengurangi rasa mual Ny R

a.       Minum yang hangat ketika haus

b.      Makan coklat sedikit demi sedikit

c.       Makan sedikit sedikit tapi sering

d.      Makan yang bersantan supaya Ibu punya tenaga

5.      Pendidikan kesehatan yang diperlukan oleh Ny R pada kunjungan di atas……

a.       Pendidikan kesehatan senam hamil

b.      Pendidikan kesehatan perawatan payudara

c.       Pendidikan kesehatan tentang nutrisi (gizi)

d.      Pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan

referensi

Pusdiknakes. Panduan pengajaran Asuhan Kebidanan FIsiologis Bagi Dosen Diploma DIII Kebidanan. JHPIEGO, 2003

Kasus II

Ny S Umur 24 th datang ke bidan S pada tanggal 10 Juni 2011 mengeluh susah BAB. Hasil pemeriksaan HPHT 28 Oktober 2010. Ny S menyatakan hamil yang ketiga kalinya, pernah melahirkan satu kali dan pernah keguguran 1 kali, Ibu rajin kontrol kehamilannya ke bidan dan selalu meminum suplemen setiap hari. KU ibu Baik dan vital sign baik.

6.      Berapakah usia kehamilan Ny Sari?

a.    32 minggu 1 hari

b.    32 minggu 3 hari

c.    32 minggu 4 hari

d.   32 minggu 5 hari

7.      Penyebab keluhan yang di alami Ny. S adalah…

a.        Suplemen zat besi

b.        Penyerapan air dari colon menurun

c.         Peningkatan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot halus

d.        Penurunan kadar progesterone yang menyebabkan peristaltic usus menjadi lambat

8.      Asuhan Kebidanan pada Ny S untuk mengatasi keluhannya adalah….

a.         Kurangi intake cairan

b.        Banyak melakukan aktivitas

c.         Kurangi makanan yang berserat dalam diet

d.        Membiasakan buang air besar secara teratur

9.      Adaptasi psikologi yang pada Ny S adalah……

a.        Ibu merasa ingin melindungi bayinya dari bahaya

b.        Ibu merasa tidak sehat dan sering sekali membenci kehamilanya

c.         Ibu merasa terlepas dari rasa kecemasan dan meningkatnya libido

d.        Ibu merasakan kekecewaan, penolakan kecemasan dan kesedihan

10.  Taksiran persalinan untuk Ny. S adalah…

a.         5 agustus 2011

b.        4 agustus 2011

c.         3 agustus 2011

d.        2 agustus 2011

 STASI 2

 

Petunjuk Untuk Teruji :

1.      Bacalah soal dengan cermat.

2.      Saudara harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan Kehamilan Patologis.

3.      Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D pada lembar jawaban yang sudah disediakan.

4.      Waktu saudara 10 menit. Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan

KASUS I (untuk no 1-5)

Ny. T umur 28 tahun G2 P1 A0 hamil 36 minggu datang ke BPS diantar oleh keluarganya, dengan tidak sadar, saat dirumah Ny. Teti mengalami kejang – kejang. Hasil pemeriksaan dilakukan oleh bidan didapatkan TD 160/110 mmHg, N 100 x/mnt, R 16 x/ mnt, DJJ irreguler, TFU 3 jari dibawah Px, presentasi kepala, punggung kanan, dan oedema pada wajah, tangan dan kaki.

1.      Diagnosa yang sesuai keadaan Ny. Teti adalah………….

a.    Eklampsia

b.    Pre eklampsia berat

c.    Pre eklampsia ringan

d.   Pre eklampsia sedang

2.      Untuk menunjang diagnosis pada kasus Ny. Teti diperlukan pemeriksaan adalah………….

a.       Hb darah

b.      Darah rutin

c.       Protein urine

d.      Urine reduksi

3.      Komplikasi yang dapat terjadi pada janin Ny. Teti adalah………….

    1. IUGR                                                             
    2. BBLR
    3. Sianosis
    4. Hypoksia intra uterin

4.      Penatalaksanaan yang tepat pada kasus Ny. Teti adalah………….

    1. Rujuk ke RS                                                   
    2. Memberikan MgSO4 dan kemudian rujuk ke RS
    3.  Memberikan diazepam dan kemudian rujuk ke RS
    4. Memberikan MgSO4 dan diazepam dan kemudian rujuk ke RS

5.      Dalam masa in partu Ny. Teti harus lahir selambatnya dalam waktu adalah………….

a.       5 jam                                                                                                  

b.       ½ jam

c.       10 jam

d.      12 Jam                                                

KASUS II (untuk soal no 6 – 10 )

Ny. R umur 32 tahun G1 P0 A0 hamil 29 minggu, datang ke BPS dengan keluhan mengeluarkan darah banyak dari jalan lahir, warna merah segar, tidak disertai nyeri perut. Hasil pemeriksaan KU lemah, pucat.

6.      Differensial diagnosis untuk kasus Ny. R adalah ….

    1. Rupture uteri
    2. Plasenta Previa
    3. Solutio Placenta
    4. Abortus Imminens

7.      Penanganan yang tepat untuk Ny. R adalah…..

a.       Transfusi darah

b.      Pemeriksaan dalam

c.       Informed consent, infus RL dan rujuk

d.      Informed consent, infus NaCl 0,9%

8.      Data fokus Ny, R adalah …..

a.       Hb 8,4 gr%

b.      TD 80/50 mmHg

c.       KU lemah, pucat

d.      Dari jalan lahir keluar darah merah segar tidak nyeri

9.      Pada kasus Ny. R pemeriksaan dalam lebih tepat dilakukan di ………

a.       Rumah

b.      Ruang operasi

c.       Kamar bersalin

d.      Ruang periksa bidan

10.  Asuhan yang tepat diberikan adalah …….

a.       Tirah baring

b.      Pemeriksaan inspekulo

c.       Induksi persalinan

d.      Terminasi kehamilan  

1.      A

2.      C

3.      D

4.      D

5.      D

STASI IV

 

PETUNJUK UNTUK TERUJI :

1.      Bacalah soal dengan cermat.

2.      Saudara harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kehamilan fisiologis

3.      Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D pada lembar jawaban yang sudah disediakan.

4.      Waktu saudara 10 menit. Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan.

KASUS I (untuk soal no. 1 – 5)

Ny. Sarah, 25 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang ke BPS pukul 08.00 WIB, mengeluh perut kenceng-kenceng, hasil pemeriksaan : KU baik, TD : 110/70 mmHg, Nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5, hasil VT pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh, ibu mengatakan cemas menghadapi persalinan.

1.      Diagnosa kebidanan Ny. Sarah adalah ….

A.    Inpartu kala I fase laten

B.     Inpartu kala I fase aktif akselerasi

C.     Inpartu kala I fase aktif deselerasi

D.    Inpartu kala I fase aktif dilatasi maksimal

2.      Data fokus yang menunjukkan Ny. Sarah dalam proses persalinan….

A.    Kepala masuk 2/5

B.     TFU 30 cm

C.     Kenceng-kenceng

D.    Pembukaan serviks 8 cm

3.      Sesuai dengan kasus Ny.Sarah penurunan kepala berada pada

A.  Hodge I

B.   Hodge II

C.   Hodge III

D.  Hodgee IV

4.      Asuhan sayang ibu yang diberikan pada Ny. Sarah

A.     Memberikan dukungan emosional

B.     Memberikan nutrisi

C.     Menganjurkan ibu untuk berbaring

D.    Melakukan periksa dalam kembali untuk menentukan pembukaan

5.      Setelah dievaluasi, ibu menyatakan ingin meneran, tindakan bidan adalah

A.  Memecah ketuban

B.   Memimpin persalinan

C.   Memastikan pembukaan lengkap

D.  Menganjurkan ibu untuk mengatur pernafasan

  

KASUS II (untuk soal no. 6-10)

Ny. Mira umur 25 tahun PI A0 AHI baru saja melahirkan bayinya secara spontan, keadaan bayinya menangis kuat, kemerahan pada kulit dan tonus ototnya baik. Sedangkan plasenta belum lahir, Tinggi fundus uteri masih setinggi pusat, sudah terdapat tanda- tanda pelepasan plasenta.

6.      Ny.Mira saat ini dalam kondisi………..

A.    Inpartu fase aktif

B.     Post partum

C.     Inpartu kala II

D.    Inpartu kala III

7.      Tindakan yang dilakukan bidan berdasarkan kasus Ny.Mira adalah………

A.    Pastikan janin tunggal

B.     Injeksi oksitosin

C.     Penegangan tali pusat terkendali

D.    Melahirkan plasenta

8.      Sesuai kasus diatas diperkirakan plasenta akan lahir dalam waktu………….

A.    5 – 10 menit

B.     10 – 15 menit

C.     15 – 20 menit

D.    15 – 30 menit

9.      Tali pusat memanjang, semburan darah mendadak dan uterus globuler merupakan……

A.    Inpartu  III

B.     Tanda- tanda bayi sudah lahir

C.     Tanda- tanda pelepasan tali pusat

D.    Tanda- tanda pelepasan plasenta

10.  Pada keadaan kontraksi, uterus inkoordinasi akan membentuk cicin retraksi patologis (bendel’s Rings),pada bagian uterus ini merupakan bagian uterus……….

A.    Segmen atas uterus

B.     Segmen tengah uterus

C.     Segmen bawah uterus

D.    Batas antara segmen atas dan bawah

KUNCI JAWABAN

1.      D

2.      D

3.      C

4.      A

5.      C

6.      D

7.      A

8.      D

9.      D

10.  D

SUMBER :

Departemen Kesehatan RI, 2008, Buku Pelatihan APN, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Manuaba I Gde, 2005, Ilmu Kebidanan  Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk   Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta

STASI 7

PETUNJUK UNTUK TERUJI :

1.      Bacalah soal dengan cermat.

2.      Saudara harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pelayanan KB.

3.      Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D pada lembar jawaban yang sudah disediakan.

4.      Waktu saudara 10 menit. Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan.

SOAL :

Kasus I (untuk No. 1 s/d 5)

Ny N usia 26 tahun  hamil  anak kedua 39 mgg  datang ke Bidan jam 01.00 WIB. Dilakukan pemeriksaan dengan hasil urin reduksi (+ +) TBJ janin 4100 gr, jam 08.00 WIB pembukaan  lengkap. Setelah dipimpin mengejan kepala bayi lahir namun tidak ada kemajuan persalinan.

1.         Diagnosa pada Ny N adalah…

a.       Ny N 26 tahun Inpartu kala II dengan makrosomia

b.      Ny N 26 tahun Inpartu kala II dengan distosia bahu

c.       Ny N 26 tahun Inpartu kala II dengan lilitan tali pusat.

d.      Ny N 26 tahun Inpartu kala II dengan Cepallo Pelivik Dispropotion.

2.         Salah satu faktor penyebab dari Ny.N berdasatkan kasus diatas adalah…

a.       Hipertensi

b.      Janin besar

c.       Panggul sempit

d.      Diabetes militus

3.         Penatalaksanaan bagi Ny N dilaksanakan..

a.       Prasat Brach

b.      Prasat Clasik

c.       Prasat Muller

d.      Prasat McRobert’s

4.         Komplikasi yang mungkin terjadi pada Ny N adalah…

a.       Prolap uteri

b.      Inversio uteri

c.       Infeksi jalan lahir

d.      Fistula rekto vaginal

5.         Komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi Ny.N adalah…

a.       Hiperglikemi.

b.      Lilitan tali pusat

c.       After Coming Head

d.      Trauma Pleksu Brachialis

Kasus II (untuk No. 6 s/d 10)

Ny. Tina umur 30 tahun telah melahirkan anak ke-3 secara spontan pada jam 03.30 WIB. Bidan telah memberikan suntikan oksi 10 IU/IM pada jam 03.32 WIB, kemudian dicoba melakukan PTT tetapi plasenta belum lepas.

6.         Pada jam 03.45 WIB belum juga didapatkan tanda-tanda lepasnya plasenta. Yang anda lakukan pada NY.Tina adalah…

a.       Melakukan manual plasenta

b.      Melakukan Kompresi Bimanual Interna

c.       Menunggu dan mengobservasi 15 menit lagi

d.      Memberikan oksitosin ke 2 sebanyak 10 IU/IM

7.         Pada pukul 04.00 WIB plasenta masih belum lepas, tanpak adanya perdarahan pervaginam, berdasarkan keadaan tersebut maka diagnosisnya adalah….

a.       Atonia Uteri

b.      Inversio Uteri

c.       Retensio Plasenta

d.      Robekan jalan lahir

8.         Tindakan yang harus dilakukan pada Ny.Tina adalah…

a.       Reposisi Uteri

b.      Manual Plasenta

c.       Plasenta Inkarserata

d.      Plasenta Suksentunata

9.         Tindakan yang dilakukan pada no.8 ternyata gagal karena plasenta tidak bisa lepas dan Ny.Tina mengalami perdarahan. Kemungkinan penyebab hal tersebut adalah…

a.       Plasenta Akreta

b.      Plasenta Previa

c.       Plasenta Sirkumvirata

d.      Plasenta Suksenturiata

10.     Berdasarkan keadaan No.9 maka tidakan segera yang harus dilakukan bidan padaNy.T adalah…

a.       Histerektomi

b.      Merujuk ke RS

c.       Melakukan Kuretase

d.      Lakukan Reposisi Segera

STASI 8

PETUNJUK TERUJI

1.    Bacalah pertanyaan dengan cermat.

2.    Saudara harus menjawab pertanyaan berkaitan dengan asuhan pada ibu nifas.

3.    Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberikan tanda silang

( X ) pada huruf A, B, C. dan D pada lembar jawab yang sudah disediakan.

4.    Waktu saudara 10 menit. Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan.

KASUS I : ( untuk soal nomor 1 s/d 5 )

Ny R umur 27 tahun, P1A0 telah melahirkan 5 jam yang lalu. Riwayat persalinan normal, Vital Sign : Tensi 120/ 80 mmHg, Respirasi 20x/mnt, Suhu 36° C, Nadi 84x/ mnt. Ny R masih takut bangun dari tempat tidurnya. TFU 2 jari dibawah pusat, lochea rubra, kolostrum sudah keluar, payudara tegang.

SOAL :

1.      Diagnosa dari kasus di atas adalah…

a.       Ny R umur 27 tahun P1A0 5 jam postpartum dengan nifas normal

b.      Ny R umur 27 tahun P1A0 5 jam postpartum dengan nifas bendungan payudara

c.       Ny R umur 27 tahun P1A0 5 jam postpartum dengan nifas mastitis

d.      Ny R umur 27 tahun P1A0 5 jam postpartum dengan nifas subinvolusio

2.      Asuhan masa nifas yang tepat diberikan dalam 6 jam pertama pada Ny R adalah…

a.       Memastikan ibu menyusui dengan baik

b.      Memastikan involusio uterus berjalan baik

c.       Konseling KB dini

d.      Mencegah perdarahan karena atonia uteri

3.      Konseling yang dapat diberikan sesuai dengan  keluhan pada Ny R adalah…

a.       Cara merawat bayi

b.      Teknik menyusui yang benar

c.       Ambulasi dini ( Early Ambulation )

d.      Perawatan payudara

4.      Konseling yang telah diberikan sesuai dengan keluhan Ny.R bertujuan untuk ….

a.       Mengurangi komplikasi kandung kemih

b.      Mengurangi konstipasi

c.       ASI keluar lancar

d.      Mengurangi resiko trombosis vena puerperalis

5.      Sebagai bidan perlu memberikan informasi kepada Ny R tentang pentingnya pemberian Vitamin A pada ibu nifas dengan dosis  ….

a.       200 unit

b.      2.000 unit

c.       20.000 unit

d.      200.000 unit

KASUS II : ( untuk soal nomor 6 s/d 10 )

Ny A umur 25 tahun, P1A0 telah melahirkan 7 hari yang lalu ditolong oleh bidan. Riwayat persalinan normal, terdapat jahitan perineum. Ny A mengeluh badannya capek karena ia mengurusi bayi dan pekerjaan rumah tangganya sendiri.  ASI keluar lancar dan bayi menyusu dengan baik.

SOAL :

6.      Kebutuhan cairan per hari pada Ny A selama masa nifas dan menyusui adalah…

a.       6 gelas

b.      8 gelas

c.       10 gelas

d.      12 gelas

7.      Asuhan yang diberikan untuk mengatasi keluhan yang dirasakan Ny A adalah…

a.       Makan makanan yang bergizi

b.      Minum multivitamin

c.       Istirahat cukup  

d.      Melakukan senam nifas

8.      Keluhan yang dialami Ny. A dapat menyebabkan…

a.       Terjadi sub involusio uterus

b.      Pengeluaran lochea sanguinolenta

c.       Mengurangi produksi ASI

d.       Infeksi pada vulva

9.      Bila masa nifas Ny A dalam keadaan normal maka menstruasi dapat terjadi pada…

a.       7-8 minggu

b.      4-18 bulan

c.       2-3 bulan

d.      4-8 minggu

10.  Prioritas tujuan kunjungan pada Ny A adalah…

a.         Memastikan ibu menyusui dengan baik

b.         Mencegah perdarahan

c.         Memastikan involusio uterus berjalan baik

d.        Konseling KB dini

Kunci Jawaban :

1 A                              6 C

2 C                              7 C

3 C                              8 A

4 B                              9 B

5 D                              10 C

STASI 10

 

PETUNJUK TERUJI

1.      Bacalah pertanyaan dengan cermat

2.      Saudara harus dapat menjawab soal yang berkaitan dengan gangguan kesehatan reproduksi

3.      Jawablah 10 soal dengan memilih A, B, C, dan D sesuaikan dengan pendapat saudara dilembar jawaban yang telah disediakan

4.      Waktu anda menjawab selama 10 menit

5.      Saudara akan berpindah setelah bel berbunyi

KASUS I (untuk soal no 1-5)

Ny. Ruli umur 50 tahun P3A0, datang ketempat bidan dengan keluhan sering pusing, merasa panas, nyeri persendian, sering berkeringat, keluar keringat pada malam hari, mengalami dispaureunia saat bersenggama dan sudah tidak haid selama 2 bulan.

1.      Berdasarkan keluhan Ny. Ruli mengalami masa……

a.       Senium

b.      Menopause

c.       Klimakterium

d.      Pra menopause

2.      Penyebab keluhan yang dialami Ny. Ruli mengalami penurunan…..

a.       Estrogen

b.      Androgen

c.       Progesterone

d.      Ganadrotopin

3.      Berdasarkan keluhan dispaureunia yang di alami Ny. Ruli, maka anjuran yang diberikan bidan adalah

a.       Menggunakan jeli saat coitus

b.      Menggunakan cream saat coitus

c.       Menggunakan vaselin saat coitus

d.      Menggunakan air sabun saat coitus

4.      Tidak haid selama 2 bulan yang di alami Ny. Ruli disebabkan oleh

a.       Penurunan fungsi  Ovarium

b.      Penurunan fungsi  Perimetritis

a.       Penurunan fungsi endometrium

b.      Penurunan fungsi  Myometrium

5.      Asupan  makanan yang sebaiknya di hindari Ny. Ruli olehtidak boleh diberika untuk Ny. Rili adalah

a.       Makanan yang mengandung  Vitamin C

b.      Makanan yang mengandung lemak jenuh

c.       Makanan yang mengandung  Vito estrogen

d.      Makanan yang mengandung Mengandung kalsium

KASUS II ( untuk soal no 6-10)

Ny Brina, 30 tahun, P2A0,datang ke klinik dengan keluhan demam ,nyeri perut bagian bawah dan sekitar panggul , dan sering mengeluarkan cairan dari jalan lahir setelah haid dan post coital.Nyeri saat haid sudah 1 tahun ,ibu tidak menjadi akseptor KB. Dari pemeriksaan di dapat hasil T: 120/80 mmHg, N: 84x/mnt,RR: 24x/mnt,S : 400c dan terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah.

6.      Diagnosa yang tepat untuk Ny. Brina adalah…..

  1. Infeksi Adneksa
  2. Infeksi saluran tuba
  3. Infeksi saluran kemih
  4. Infeksi radang panggul

7.      Dari anamnesa, yang perlu dikaji untuk menegakkan diagnosa adalah….

  1. Riwayat ekonomi
  2. Riwayat perkawinan
  3. Riwayat kontrasepsi
  4. Riwayat penyakit dahulu

8.      Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa adalah….

  1. USG
  2. Urinalisis
  3. Tes kehamilan
  4. Darah lengkap

9.      Komplikasi yang dapat terjadi pada keadaan tersebut adalah…..

  1. Nyeri bahu
  2. Nyeri ulu hati
  3. Nyeri panggul kronik
  4. Nyeri pada saat miksi

10.  Penatalaksanaan yang dapat dilakukan seorang bidan adalah…..

  1. Memberikan Analgetik pada ibu
  2. Menganjurkan untuk dirawat di RS
  3. Memberikan Antibiotik spectrum luas
  4. Memberi tahu pada ibu untuk istirahat total

Kunci jawaban

1.      C

2.      A

3.      A

4.      A

5.      B

6.      A

7.      C

8.      A

9.      C

10.  B

STASI 11

 

Petunjuk Untuk Teruji

1.      Bacalah soal dengan cermat.

2.      Saudara harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan Kehamilan Patologis.

3.      Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D pada lembar jawaban yang sudah disediakan.

4.      Waktu saudara 10 menit. Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan

Kasus I (soal nomor 1 s/d 5)

Ny. S datang ke posyandu ingin mengimunisasikan bayinya yang berusia 1,5 bulan dengan berat badan 3500 gram. Dilihat pada kartu KMS, anaknya baru mendapat imunisasi HB0 dan Polio1.

1.    Jenis imunisasi yang harus diberikan pada By. Ny. S adalah….

a.    DPT 1

b.    BCG

c.    Campak

d.   HB 2

2.    Reaksi KIPI yang paling sering timbul setelah pemberian imunisasi tersebut…

a.    Diare

b.    Kejang

c.    Demam

d.   Ulcus lokal

3.    Cara penyuntikan imunisasi tersebut adalah…..

a.    Sub Cutan

b.    Intra Vena

c.    Intra Cutan

d.   Intra Muskular

4.    Penyimpanan vaksin tersebut yang tepat pada suhu…

a.    2-8°C

b.    < 2° C

c.    28-30°C

d.   10-28°C

5.        Dosis imunisasi yang tepat diberikan pada By. Ny S adalah…..

a.    0,5 ml

b.    0,05 ml

c.    1 ml

d.   0,01 ml

KASUS 2 (soal nomor 6 s/d 10)

Ny. P  datang ke tempat praktek anda memeriksakan  bayinya yang bernama L  berusia 1 tahun, dalam sehari sudah  10 kali BAB konsistensi encer , tidak ada  lendir darah dan dari hasil pemeriksaan  KU  sedang, turgor kulit menurun dan mata cekung. Bayi Lukman rewel.

6.        Diagnosis yang dapat ditegakkan  pada  bayi L adalah…

A.    Diare

B.     Disentri

C.     Dehidrasi

D.    Gangguan osmotik

7.      Yang merupakan  penyebab dari kasus bayi L adalah…

A.  Faktor genetik, infeksi, malabsorsi, psikologi

B.   Faktor psikologi, keturunan, makanan, genetik

C.   Faktor infeksi, malabsorsi, makanan, psikologi

D.  Faktor infeksi, malabsorbsi, keturunan, psikologi

8.       Keadaan yang menyertai pada Bayi L  adalah…

A.  Diare

B.  Dehidrasi

C.  Hiperglikemi

D.  Gangguan osmotik

9.      Asuhan segera yang diberikan pada kasus bayi L  adalah…

A.    Pemberian cairan

B.     Pemberian larutan gula

C.     Pemberian larutan garam

D.    Pemberian makanan padat

10.  Tindakan Anda  selanjutnya pada kasus bayi L, yang sesuai dengan  kewenangannya adalah….

A.  Rujuk ke RS

B.   Pasang  infus

C.   Berikan terapi diare

D.       Dirawat di rumah bidan

STASI 14

 

PELAYANAN KELUARGA BERENCANA

 

PETUNJUK UNTUK TERUJI :

1.      Bacalah soal dengan cermat

2.      Saudara harus menjawab soal yang berkaitan dengan pelayanan KB.

3.      Jawablah soal dengan cara memilih huruf A, B, C  atau D pada lembar jawab yang tersedia.

4.      Waktu anda 10 menit, Saudara akan pindah setelah bel dibunyikan.

 

KASUS 1 (SOAL 1-5)

Ny. S umur 25 tahun, memiliki bayi usia 4 bulan datang ke tempat bidan mengatakan tadi malam berhubungan dengan suaminya menggunakan kontrasepsi kondom. Akan tetapi takut hamil karena ternyata kondom bocor dan ingin memberika asi secara ekslusif.

1.      Pilihan alat kontrasepsi yang tepat digunakan untuk Ny. S adalah …

A.    Lynoral

B.     Postinor

C.     Progynova

D.    Microgynon

 

2.      Dosis yang tapat untuk jenis alat kontrasepsi yang dipilih Ny. S adalah …

A.    2×1 tablet

B.     2×2 tablet

C.     2×3 tablet

D.    2×4 tablet

 

3.      Batas maksimal pemberian dosis pertama kontrasespsi yang dipilih Ny. S adalah…

A.    1 hari pasca senggama

B.     2 hari pasca senggama

C.    3 hari pasca senggama

D.    4 hari pasca senggama

 

4.      Efek samping dari pemakaian alat kontrasespsi tersebut adalah…

A.    Mual

B.     Keputihan

C.     Kegemukan

D.    Ca Mammae

 

5.      Apabila Ny. Sari ingin berKB dalam jangka waktu yang panjang, alat kontrasepsi yang dianjurkan bidan adalah…

A.    MOW

B.     Suntik

C.     AKBK

D.    AKDR

 

KASUS II

Ny. D umur 26 tahun melahirkan anak pertamanya 40 hari yang lalu, belum pernah menggunakan kontrasepsi, menderita varises dan hipertensi.

6.      Alat kontrasepsi yang cocok untuk Ny. D adalah …

A.    Pil

B.     IUD

C.     Suntik

D.    Implant

 

7.      Pemeriksaan yang harus dilakukan terhadap Ny. D sebelum pelaksanaan metode di atas …

A.    Pemeriksaan HB

B.     Pemeriksaan umum

C.    Pemeriksaan bimanual

D.    Pemeriksaan Protein urin

 

KASUS III

Ny. R umur 24 tahun, mempunyai anak 1 umur 2 tahun, datang ke BPM Khotidjah ingin mengikuti KB tetapi tidak mau jenis hormonal dan IUD. Ny. R menginginkan KB sederhana dan sementara karena suami bekerja di luar kota. Dari anamnesa, Ny. R mengatakan mens nya tidak teratur

 

8.      Pilihan alat kontrasepsi yang tepat untuk kasus Ny. Rini adalah…

A.    Kondom

B.     Kalender

C.     Suhu basal

D.    MAL

 

9.      Cara kerja dari alat kontrasepsi yang dipilih Ny. Rini adalah…

A.    Mencegah ovulasi

B.     Mengentalkan lendir servik

C.     Memperlambat sperma masuk tuba

D.    Mencegah ovum dan sperma bertemu

 

10.  Efek samping yang mungkin terjadi pada Ny. Rini adalah..

A.    Erosi

B.     Alergi

C.     Infeksi

D.    Ekspulsi

 

KUNCI JAWABAN STASI 14 

1.      B         Postinor

2.      A         2×1 tablet

3.      C         3 hari pasca senggama

4.      A         Mual

5.      D         AKDR

6.      B         IUD

7.      C         Pemeriksaan bimanual

8.      A         Kondom

9.      D         Mencegah ovum dan sperma bertemu

10.  B         Alergi

Sabar Itu Punya Batasan Ya …. ?

0

Seringkali kita mendengar seseorang mengatakan “sampai kapan aku harus bersabar” atau “Sabar juga ada batasnya..”, benarkah…?? mungkin benar, karena semua yang berlaku di alam dunia memang berbatas, namun kapan sebenarnya kita harus berhenti bersabar?

Ketika kita memutuskan untuk berhenti melakukan sebuah kegiatan, maka kegiatan tersebut tidak akan kita lakukan lagi. Begitu juga dengan sikap sabar, ketika kita memutuskan untuk berhenti bersabar, maka kemudian kita akan menjadi orang yang tidak sabar lagi.

Pengertian SABAR menurut bahasa yang umum adalah menahan dan mencegah, sedangkan dalam pandangan hidup orang jawa sabar dapat diartikan “nrimo ing pandum” yang artinya terima apa adanya. Dalam konteks  Agama Islam sabar dapat diartikan beragam, terdapat berbagai ayat dalam Al Qur’an dan Hadist yang menerangkan tentang arti sabar dan arti penting mengapa kita harus bersabar. Dalam Agama Islam, kesabaran seseorang terkait langsung dengan keimanannya.

Konsep sabar juga memiliki keterkaitan erat dengan pengendalian diri seseorang sehingga muncul keseimbangan. Orang yang seimbang secara mental dan akal adalah orang-orang yang punya tingkat kesabaran yang bagus. Namun, bersikap sabar bukan saja berlaku ketika menghadapi musibah saja, melainkan juga berlaku pada berbagai situasi.

Sabar adalah menerima kenyataan yang ada, namun kita tetap berusaha untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik dari saat ini. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia bukan terjadi karena kebetulan atau karena tidak sengaja, namun semua itu sudah diatur, bahkan sebelum manusia itu dilahirkan, semua rezeki, kesehatan, kesialan dan keberuntungan kita sudah ada yang mengatur, dan semua yang kita lakukan tidak ada satu hal pun yang luput dari penglihatan sang pencipta Allah SWT. Dan Allah SWT tidak mengabaikan usaha dan do’a yang setiap saat kita lakukan, Allah SWT tahu kapan kita akan menikmatinya, dan di dalam semua itu pasti ada hikmah dan berkah bagi kita.

Jadi kalau Anda bertanya kapan batas dari sebuah kesabaran, jawaban saya adalah, ketika kita sudah tidak bisa bersabar lagi, ketika ruh sudah meninggalkan badannya. wallahu alam….