Masa Lalu dan Masa Depan

Ini sebenarnya bayar hutang janji, meneruskan catatan yang judulnya Mimpi. Kemarin-kemarin, saya tidak mampu menuliskannya. Mungkin karena agak
rumit menjelaskan hal yang sangat panjang dalam sebuah tulisan singkat. Tapi beberapa hari terakhir ini ada kejadian yang ternyata menstimulus saya untuk
menulis topik ini. Tulisan ini pun tak utuh, tapi mudah- mudahan bisa memberi sedikit gambaran. Saya awali dengan cerita beberapa bulan yang lalu.
Saya mengalami sebuah kejadian menyakitkan yang membuat saya merasa tiba di tepi jurang, dan saya hampir terjatuh ke dalamnya. Saya tidak bisa berpikir
jernih. Yang ada hanya marah dan marah. Semangat hidup saya waktu itu hampir jatuh ke titik nol; tapi, masih ada sedikit semangat yang tersisa, yang
mendorong saya untuk berkonsultasi kepada seseorang. Lalu berkonsultasi lagi dengan orang lainnya. Terus, dan terus, saya berusaha menerapi diri sendiri, dengan berbagai teknik ‘self healing’. Dan terbukti benar firman-Nya, bahwa setiap kesulitan selalu datang bersama kemudahan. Itulah sebabnya, kata Mario Teguh, saat kesulitan menghampirimu, jangan kesulitan itu yang kauratapi,
tapi tanyalah ‘mana kemudahan yang dijanjikan Allah datang bersama kesulitan ini’? Jadi, musibah, ujian, atau apalah itu, ternyata adalah bantuan Allah untuk mendidik saya agar lepas dari diri saya yang lama: melepaskan semua belenggu di alam bawah sadar saya.Teorinya: rasa marah, dendam, sakit hati,benci,kecewa, atau apapun kejadian/rasa negatif di masa lalu, semua itu membelenggu alam bawah sadar kita. Selama kita masih belum bisa melepas itu semua, langkah kita hari ini akan terasa berat. Contohnya begini, di masa lalu, kita pernah diejek ‘jelek’ oleh teman, nah waktu itu kita sakit hati dan malu. Bila
rasa sakit hati dan malu itu terus ada di alam bawah sadar kita, maka kita hari ini pun ‘disetir’ oleh rasa sakit hati itu; munculnya dalam bentuk minder, tidak
pede, dll. Atau, di masa lalu, seorang anak terlalu sering dimarahi oleh orangtuanya. Si anak akan tumbuh dengan rasa dendam (yang mungkin tidak dia sadari, tapi ada di alam bawah sadarnya). Efek yang dirasakan anak itu (akibat dendam yang tersembunyi di alam bawah sadarnya) hari ini bisa bermacam- macam: bisa sakit fisik, minder, gugupan, paranoid, pemarah, phobia, atau apa lah, pokoknya hal negatif. Yang disebut ‘masa lalu’ tidak harus yang dulu- dulu. Yang kemarin pun; atau yang setengah jam yang lalu pun,sudah disebut masa lalu. Misalnya, jika semenit yang lalu saya menerima email yang sangat menyakitkan hati, ya itulah masa lalu. Bila saya terus
memikirkan isi email itu, maka ‘hari ini’ saya akan rusak, diliputi rasa sedih, rencana-rencana kerja gak jalan. Dan efek negatif masa lalu yang dirasakan hari ini, akan membuat kita sulit melangkah untuk menata hari esok. Orang yang minder, misalnya, pasti tidak pernah percaya diri untuk membuat target-target
hebat di masa depan, ya kan? Dia mungkin hanya akan berandai-andai untuk masa depannya, “Coba kalau aku begini, maka besok aku akan…” Membuat target dan visi masa depan, tentu harus. Tapi berandai-andai beda dengan membuat target atau menentukan visi masa depan. Singkatnya, ‘perjalanan spiritual’ yang didorong oleh upaya ‘self healing’ ini membuat saya
akhirnya bersemangat lagi menata masa depan: saya ingin melakukan hal-hal yang bisa saya wariskan buat peradaban. Saya bisa melangkah lagi dengan
lebih percaya diri. Berbagai belenggu masa lalu (baik itu belenggu di masa yang sangat lampau, atau belenggu yang membelit setengah jam atau lima menit yang lalu) yang terasa menghalangi langkah, bisa satu persatu saya lepaskan. Selama saya yakin bahwa ini yang terbaik, saya akan jalan terus, insya
Allah. Tentu, saya pun tidak selalu berhasil mempraktekkan teori ini. Jelas ini sebuah perjuangan seumur hidup,karena sepanjang hayat dikandung badan, masalah pun akan selalu ada; luka datang silih berganti, dan air mata akan tertumpah lagi dan lagi. Yang jelas, spiritnya ini: lakukan yang terbaik untuk hari ini; lupakan dan maafkan hal-hal negatif di masa lalu; dan jangan berandai-andai untuk esok hari. Saya merasakan, (ketika saya berhasil mempraktekkannya), saya bisa menjalani hidup dengan lebih nyaman, lebih bersemangat, dan lebih legawa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s