Jangan Panggil Aku Playboy

aku bukan seekor buaya darat
berekor perkasa diatas lumpur padat
aku hanya cecak yang memikat
menempel didinding lembut tanpa karat
hingga nyamuk kecilpun kadang salah alamat
lalu jatuh kepelukan sampai tamat..

aku bukan kucing persia
berwajah manis bersenyumkan harapan hampa
aku hanya kucing desa
yang melangkah gontai dengan paras sederhana
menyusur jalan hidup diantara dunia fana
sebatas tulang ikan cukup buatku lepas dahaga
tapi kenapa daging segar datang tanpa tanya…

aku bukan eloknya kepala kelinci
menawarkan lembut sorot soca penuh arti
aku hanya marmut kecil yang menepi
diantara sesaknya kisi-kisi nurani
rumput liar santapanku sehari-hari
ntah kenapa onggokan ilalang itu datang menghampiri
dengan rangkaian bunga kesucian tak berarti
hingga tak kuasa diri menyantap sekedar mencicipi..

salahkah semua itu?
siapa yang salah?
jangan pernah panggil aku playboy lagi!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s